Amuslima Gandeng Joglo Ayu Tenan Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

Amuslima Gandeng Joglo Ayu Tenan Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

Setelah Ramadan lalu aMuslima menjalankan program berbagi mukena dan jilbab di Kecamatan Dukun, Magelang, pada akhir Agustus 2017 aMuslima menggelar pelatihan kerajinan tangan di tempat yang sama sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Dalam pelatihan tersebut aMuslima menggandeng Galeri Seni Joglo Ayu Tenan untuk memberikan pelatihan pembuatan aksesoris atau perhiasan dan seni olah kain berbasis perwarnaan alam kepada masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Dukun, Magelang. Belasan warga usia muda dan tua serta laki-laki dan perempuan antusias mengikuti pelatihan yang diberikan secara gratis.

Founder Galeri Seni Joglo Ayu Tenan yang beralamatkan di Pogung Baru D-31 A, Sleman, Yayuk Sukardan, mengatakan dalam pelatihan ini Joglo Ayu Tenan menggandeng dua produsen produk seni dan kerajinan Svaloka dan Distraw yang berbasis di Yogyakarta. Yayuk mengatakan dalam pelatihan ini warga diajari teknik basic bead stitching perhiasan dan teknik pewarnaan ikat celup shibori dengan pewarna alam indigo.

Peserta pelatihan belajar membuat aksesoris dengan teknik bead stitching.

Dalam pelatihan basic bead stitching peserta diajari mengenai teknik dasar membuat aksesoris atau perhiasan dari berbagai macam bahan seperti manik-manik, batu alam maupun wire atau kawat aksesoris. Aksesoris yang bisa dihasilkan dari teknik bead stitching ini antara lain kalung, gelang, anting-anting, bros dan berbagai aksesoris cantik lainnya.

Selain diajari cara membuat aksesoris, peserta pelatihan juga mendapatkan ilmu sekaligus praktek mewarnai kain dengan teknik ikat celup shibori dengan menggunakan pewarna alam indigo. Shibori merupakan teknik pewarnaan celup yang berasal dari Jepang. Di Indonesia teknik semacam ini hampir sama dengan teknik pembuatan kain jumputan atau tie dye di mana kain putih polos diikat lalu dicelupkan ke zat warna.

Peserta tengah mendengarkan penjelasan cara mengikat kain dalam pembuatan kain ikat celup shibori.

Dari pelatihan ini Yayuk melihat potensi bagus dari warga untuk menghasilkan produk kerajinan yang berdaya jual. “Potensinya bagus karena saya melihat warga cukup antusias. Jika warga berminat dan berbakat maka ke depannya bisa menjadi desa binaan yang akan menyokong produksi tiga brand (Joglo Ayu Tenan, Svaloka, Distraw) yang memberikan pelatihan di sini,” ujar Yayuk.

Yayuk berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini warga lebih optimistis menghadapi masalah ekonomi. Dengan mengikuti pelatihan ini warga setidaknya mendapatkan ilmu dan keterampilan dasar membuat aksesoris cantik dan kain motif ikat celup shibori bernilai jual tinggi yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan perekonomian warga di Kecamatan Dukun, Magelang.

Founder Joglo Ayu Tenan, Yayuk Sukardan (ketiga dari kanan) bersama mentor serta peserta pelatihan.

Yayuk menambahkan selain di Kecamatan Dukun, Joglo Ayu Tenan bersama komunitas jewellery dan artfabric di Yogyakarta telah membina beberapa grup pengrajin di sejumlah desa seperti di Ngasem, Wonolelo Ngemplak, Kulonprogo, Samas, dan Pogungrejo. “Untuk pembinaan desa binaan Insya Allah kami berikan gratis karena diniatkan untuk berbagi ilmu bermanfaat dan dakwah muslimah,” kata Yayuk.

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Leave a reply

Related Posts