Anjuran untuk Tidak Memotong Kuku dan Rambut bagi yang akan Berkurban

Anjuran untuk Tidak Memotong Kuku dan Rambut bagi yang akan Berkurban

Tidak terasa 14 September adalah hari terakhir bulan Dzul Qa’dah, dan 15  September in shaa Allah sudah memasuki bulan Dzulhijjah. Bagi yang berniat untuk melaksanakan kurban hendaklah tidak memotong kuku dan rambutnya sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.

Hal ini disebutkan dalam riwayat hadist berikut:

Jika telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang antara kamu semua ingin menyembelih kurban, janganlah memotong rambut dan kukunya walau sedikit.” – Hadis riwayat Muslim di dalam Sahih Muslim, hadits no: 1977.

Berikut adalah menyangkut kurban yang menjadi pertanyaan saya yang pernah saya ajukan ke ustadzah tempat saya belajar di Jeddah dan mungkin ingin diketahui oleh para pembaca aMuslima.

Apakah anjuran untuk tidak memotong kuku dan rambut ini berlaku juga bagi keluarga yang berkurban?

Apabila seorang meniatkan seekor hewan untuk kurbannya dan keluarganya, maka yang terkena larangan memotong rambut, kuku, dan semisalnya, hanyalah dirinya sendiri. Dan larangan tersebut tidak berlaku untuk keluarganya.

Berkata Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Rokhimulloh; ”Adapun kedua orang tua, anak-anak dan istrinya, mereka tidak dilarang memotong rambut atau kuku mereka, sekali pun mereka diikutkan dalam qurban itu bersamanya.”

Al-Fatawa Asy-Syar‟iyyah fil Masa‟ilil Ashriyyah min Fatawa Ulama‟il Baladil Haram.

Bagaimana bila yang berkurban terlupa, atau sudah terlanjur memotong kuku dan rambut?

Larangan ini merupakan sunnah, jadi seandainya terlupa atau sudah terlanjur tidak apa-apa tetap melakukan kurban.

 

Wallahu A’lam

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts