Belajar Autodidak Mampu Berbisnis Cake Pesta di Saudi Arabia

Belajar Autodidak Mampu Berbisnis Cake Pesta di Saudi Arabia

Bila kita sudah memiliki keinginan yang kuat untuk berbisnis, walaupun kita belajar autodidak membuatnya pun bisa berhasil. Safa, ibu dengan 4 orang anak putera dan puteri yang sudah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia 20 tahun lamanya, mampu mempertahankan bisnisnya yang sudah berjalan sejak tahun 2000. Hingga kini, bisnis cake serta kue-kue atau jajanan pasar, maupun lauk-lauk khas Indonesia buatannya masih laris dipesan untuk acara-acara pengajian, syukuran, dan pertemuan-pertemuan di Jeddah.

Safa, pemilik bison's cake dan kue

Safa, pemilik Safa’s cake & catering

Awalnya Safa mulai bisnis makanan karena saat awal dia bermukim di Jeddah tidak ada orang yang menjual kue-kue yang sesuai lidah orang Indonesia. Kalaupun ada saat itu dia  belum kenal banyak orang. “Maaf anak-anak saat itu kurang suka kue yang dijual di bagala (toko) Indonesia, dan waktu itu anak-anak masa pertumbuhan jadi kalau makan 1 buah kan kurang.  Jadi saya coba-coba resep dan kalau buat kue sendiri kan jadi berkah. Anak bisa makan sepuasnya.” Safa bercerita kepada indo.aMuslima.

Bisnisnya dimulai ketika ada teman suami di kantor yang mengusulkan hari Kamis (karena kerja paruh waktu) tersedia snack di kantor. “Jadi ya model “bonek” memberanikan diri menerima pesanan.
Kemudian dari mulut ke mulut, sampai akhirnya terdengar guru-guru di Sekolah Indonesia Jeddah, dan saya pun dimasukkan dalam daftar untuk menyediakan snack tiap hari dalam 1 minggu. Kemudian bergiliran dengan teman-teman yang lain,” sambungnya.

Seperti halnya para pebisnis lain, semua usaha pasti ada kendala. Kendala yang pernah dihadapi Safa yaitu bila bahan-bahan kue yang khusus dibawa dari Indonesia habis dan untuk mencari bahan tersebut di semua market saat itu belum ada.

Selama hampir 17 tahun Safa menerima pesanan, ada cerita yang menarik yang pernah dialaminya. “Pernah ada pesanan kue sus dari istri teman Arab di kantor suami yang sedang ngidam dan minta dibuatkan sus tapi fillingnya tidak manis, jadi isinya asin.” “Lebih geli lagi…. ada satpam Sekolah Indonesia Jeddah bilang ke saya (mungkin dia nggak tahu kalau kue itu produk saya), yang berujar kuenya bagus-bagus bu…..sampai sayang kalau mau dimakan, hahaha.” Berbeda lagi cerita dari supir taxi, “dia nggak tahu nama saya….tapi kalau disuruh antar ke rumah tukang kue, dia tahu rumahnya.”

Tidak terhitung sudah banyaknya pesanan dan variasi kue termasuk cake ulang tahun atau perayaan idul fitri yang sudah dibuat oleh Safa tanpa adanya asisten. Menurutnya, kue sus adalah maskotnya karena tiap hari orang pesan sus saat itu. Sementara ciri khas kulit pastel buatan Safa lebih renyah. Ada anak salah seorang pelanggannya yang minta dibuatkan pastel buatan Safa walaupun ibunya biasa buat kue juga.

Produk-produk kue khas Indonesia yang dia buat untuk jenis kue pastry ada sus, sus buah, sus rogut, pie buah, eclair. Kue basah tradisional ada lapis kanji, lapis jongkong, lemper, lumpur, semar mendem, pukis, bolu kukus, jentik manis, dan masih banyak lagi. Safa juga membuat menu-menu food frozen seperti martabak telur, risol sayur, sosis solo, risol mayo, tahu isi, pastel, dan tahu fantasi. Sementara untuk jenis baking ada lapis surabaya, roll cake, marmer cake, rainbow cake, cake ulang tahun. Untuk masakan catering biasanya lauk-lauk dimasak sesuai menu yang diinginkan pemesan.

Jajanan pasar batan Safa

Jajanan pasar buatan Safa

Tidak semua orang telaten mendekorasi cake pesta apalagi bila tidak pernah belajar khusus. Safa lebih banyak belajar secara autodidak dari internet untuk menghias cake pesanannya. Walaupun latar belakang pendidikannya dari bidang perpustakaan, yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis makanan, namun banyak pelanggan yang mempercayakan cake pesta anaknya kepada Safa. Di bawah bendera Safa’s Cakes & Catering,  Safa berhasil menjual cake pesta dekorasi sendiri dengan harga berkisar 125 – 600 Saudi Riyal atau Rp 437 ribu hingga Rp 2,1 juta tergantung size dan dekorasinya. Omzetnya pun per bulan bisa mencapai 4000 hingga 6000 Saudi Riyal atau Rp 14 juta hingga Rp 21 juta.

Jenis cake ulang tahun produk Safa's cake

Jenis cake ulang tahun produk Safa’s cake

“Sampai hari ini saya belum kesampaian ke tempat kursus karena kesibukan ngurus anak,” ujarnya.
“Alhamdulillah dengan autodidak, melihat di youtube dan praktek. Saat praktek pun saya biasanya kalau ada pesanan kemudian cari ide dan langsung dikerjakan. Tidak pernah khusus praktek, ini pun karena tidak adanya waktu,” lanjutnya.

Cake untuk acara pasta

Cake untuk acara pesta

“Untuk modal alat juga belinya bisa nyicil. Dari dapat laba baru beli alatnya. Ya awalnya dengan modal pinjam alat penggiling pastel bu Mira (salah seorang kawan baik Safa), setelah dapat laba, alat bisa beli sendiri, yang pinjam dikembalikan hehehe, saya berhutang budi dengannya. Setelah itu belinya nyicil sesuai keperluan. Kalau ada catering, kurang alat apa ya beli. Rata-rata bahan-bahan dari Indonesia ya belanja 1500 sr-2000 sr atau Rp 5.250.000 – Rp 7 juta.”

Kepada pembaca indo.aMuslima Safa memberi tips untuk pemula, “harus berani dengan coba-coba dan harus mau kotor tangan dan rumahnya. Karena cream yang dipakai untuk cake ulang tahun memang ribet. Kiat bertahan dalam usaha makanan pasti ‘taste’ harus dijaga. Membuat kue dengan hati, jangan berburu omzet tetapi tidak mengindahkan rasanya. Kualitas rasa adalah nomer satu. Yang terpenting menjaga kebersihan walau orang lain tidak melihat tetapi Allah melihat pekerjaan kita dan harus tertanam dalam diri kita sebagai produsen dan kita harus jujur berapa lama ketahanan kue-kue yang kita produksi.”

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts