Berburu Kuliner Di Kota Lawang, Malang (Bagian 2)

Berburu Kuliner Di Kota Lawang, Malang (Bagian 2)

Lawang, tak hanya udaranya saja yang terkenal sejuk, namun makanannya pun terkenal lezat dan nikmat. Bagi anda pencinta kuliner, rasanya wajib bagi anda untuk mencicipi kuliner di Kota Lawang ini. Terutama jika anda tengah berbelanja di Pasar Lawang, jangan lupa untuk mampir ke warung-warung makan di sekitarnya, dijamin anda ingin kembali lagi.. :))

Inilah beberapa penemuan menarik saya selama berada di Kota Lawang:

1. Bakpao Telo

Bakpao Telo

Telo yang dalam bahasa jawa berarti ubi, memang lebih sering dijadikan kudapan yang bercita rasa manis, karena umbi-umbian yang satu ini memang sudah memiliki kadar gula di dalamnya, yaitu gula alami.

Di Bakpao Telo ini, ubi tersebut telah diolah dalam berbagai macam variasi. Bukan hanya bakpao, tapi juga ada ice cream telo, kripik telo, bakpia telo, carang mas, strudel, mie, roti, dan lain sebagainya. Dan rasanya sangat khas ‘telo’.

Variasi makanan di Bakpao Telo

Letaknya di ruas jalan raya Malang-Surabaya. Tepatnya di Jl. Dr. Sutomo, Sumber Porong, Lawang. Para wisatawan tak akan melewatkan tempat yang satu ini. Karena mereka juga bisa duduk-santai di dalamnya. Disamping harganya yang juga cukup terjangkau.

2. Depot HTS (Han Tjwan Sin)

Depot HTS

Depot yang satu ini memang sangat legendaris karena usianya yang tak lagi terbilang muda. Didirikan sejak tahun 1927. Terletak di Jl. Dr. Wahidin No. 123, Kalirejo, Lawang.

Banyak menu yang ditawarkan di sini. Mulai dari makanan dan kue-kue. Namun yang paling terkenal khasnya adalah rawon merah dan kue onde-ondenya. Onde-onde yang berbahan dasar tepung ketan berbentuk bulat, diisi dengan kacang hijau kupas dengan cita rasa manis, lalu ditaburi dengan butiran wijen dengan warna yang kuning kecoklatan serta renyah dan empuk, siap memanjakan lidah anda.

Radon merah dan Onde-onde

Selain kacang hijau, terdapat pula isi kacang merah dan kelapa. Untuk kulitnya, tersedia pula onde-onde yang berbahan dasar tepung ketan hitam.

3. Warung Mungil

Warung Mungil

Warung es dan kue “Mungil” ini terdapat di sisi jalan Pasar Lawang. Berawal dari gerobak (rombong) yang dijajakan di sekitar pasar sejak sekitar tahun 80-an. Warung mungil ini terus berkembang dan sudah banyak cabangnya, di antaranya di Singosari, Pandaan, dan Malang.

Variasi menu yang ditawarkan di Warung Mungil

Menu yang ditawarkan juga beragam. Mulai dari makanan (Indonesian food, Chinesse food, European food), minuman, dan kue-kue. Serta bermacam makanan ringan seperti kripik apel khas Malang sebagai buah tangan, untuk keluarga tercinta.

4. Warung Pak Ma’il

Warung Pak Ma’il

Di dalam Pasar Lawang ada sebuah warung sederhana, namanya sesuai dengan nama pemiliknya, yaitu warung Pak Ma’il. Dan ternyata warung ini sudah ada sejak sekitar tahun 1945, bahkan ada yang bilang sudah ada sebelum tahun itu.

Menu khas andalan warung Pak Ma’il ini adalah soto ayam kampung yang ditaburi bubuk koya (kelapa sangrai yang ditumbuk halus yang sudah ditambah dengan rempah-rempah).

Dan bagi anda yang sedang mengurangi asupan garam, anda patut mencoba soto Pak Ma’il ini karena garamnya tergantung anda seberapa banyak memerlukannya, dengan disediakannya beberapa botol garam di atas meja, jadi tidak langsung dimasak bersamaan dengan kuah sotonya.

5. Warung Pak Ilham

Menikmati soto di Warung Pak Ilham

Warung ini terletak di sebelah utara Pasar Lawang. Berdiri sejak tahun 70-an. Meski warungnya sederhana namun bersih dan tak pernah sepi pengunjung. Bahkan pada masa awal-awal berdiri, para pembelinya harus dengan sabar dan rela antri, karena warungnya selalu penuh sesak.

Seiring perkembangan zaman, dan semakin menjamurnya warung-warung makan, warung Pak Ilham mungkin tak lagi sepenuh dulu, namun Pak Ilham tak pernah kuatir dengan persaingan yang ada bahkan tetap eksis hingga sekarang, sekalipun perannya sudah dilanjutkan oleh generasi kedua. Karena para penggemarnya tetap ada hingga saat ini.

Soto dan rawon Pak Ilham yang mak nyus

Menu makanan yang ditawarkan beragam, ada nasi bali, nasi campur, soto, rawon, dan lainnya. Namun yang menjadi andalan adalah rawon dan soto dengan daging empalnya yang empuk, bumbu rempah-rempahnya sangat terasa, dan rasanya hmm.. sudah pasti yummy.. siap menggugah selera anda!

6. Warung Nikmat

Warung Nikmat

Warung ini berada di sebelah barat pasar Lawang. Cabang dari Warung Nikmat yang berada di belakang Kantor Pospam (Pos Pengamanan) Lawang. Menawarkan menu beragam dan banyak pilihan. Mulai dari soto, rawon, yang menjadi menu kebanyakan Kota Lawang, ada pula menu lain-lainnya. Diantaranya sate dan gule. Yang rasanya maknyuus..

Menu soto dan sate Cak Mat

Tersedia pula soto ayam kampung Cak Mat. Dengan cita rasa segar.
Tempatnya juga cukup nyaman, bisa sambil menikmati aktivitas dan suasana lalu lalang kendaraan menuju pasar atau yang sekedar melintas melewati pasar.

7. Rujak Cingur Mbak Nur

Rujak Cingur Mbak Nur

Warungnya memang tidak begitu besar, terletak di pinggir jalan arah ke pasar Lawang utama. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan Warung Nikmat. Meski kadang tidak nampak pembeli yang duduk di sana, namun pesanan rujaknya tak pernah berhenti sejak warungnya dibuka mulai pukul 08.00 pagi sampai pk. 12.00 siang. Bahkan kadang tutup lebih cepat dari itu, jika pesanannya penuh.

Rujak cingur dibungkus daun semakin menggugah selera

Buat anda penyuka rujak, rujak sayur yang satu ini patut anda coba. Bahan-bahannya terdiri dari kangkung/bayam, tauge, timun, tahu, tempe, nanas, bengkuang, lontong, dan cingur (kikil). Disiram dengan bumbu petisnya yang pas ditambah rasa pedas dari cabai rawit, membuat lidah kita tak mau berhenti bergoyang saking nikmatnya :))

8. Bakso Cak Ronto

Bakso Cak Ronto

Ini dia makanan yang seringkali dicari oleh anak muda di manapun berada. Berkuah, hangat, pedas, dengan bakso kenyal yang terasa daging sapinya. Apalagi pentol (bakso) kasarnya (urat). Dijamin anda ketagihan. Dan ingin membawanya pulang untuk keluarga di rumah.

Bakso Cak Ronto lengkap dengan pangsit

Cak Ronto juga selalu melayani pelanggannya dengan ramah dan dengan gaya khasnya yang lucu. Terkadang pelanggannya juga boleh mengambil dan memilih sendiri bakso yang disukainya dari panci kukusannya langsung. Ada bakso kasar, bakso halus, bakso goreng, pangsit isi kukus, pangsit isi goreng, tahu, mie, bihun, atau anda juga bisa menambahkannya dengan lontong. Pelayanan yang ramah, serta cita rasa baksonya yang sedap membuat bakso Cak Ronto semakin top markotop, layak bersaing dengan resto bakso manapun!

9. Nasi Begadang

Nasi Begadang /Pecel

Masih ingat tulisan saya tentang Pasar Lawang yang jam operasionalnya selama 24 jam?..
Nah, kalau anda ingin mencari makan tengah malam, ada yang namanya nasi begadang. Nasi begadang ini ternyata adalah nasi pecel.

Nasi pecel ini terdiri dari sayuran hijau seperti bayam/kangkung/sawi, ditambah tauge, kol, kacang panjang, timun dengan siraman bumbu kacang khas pecel, plus daun kemangi, ditambah juga dengan sayur labu siam, mendol, dan peyek kacang. Rasanya yang pedas nikmat bikin mata susah terpejam, memang cocok untuk teman begadang 😀

10. Jajan Pasar

Jajan Pasar

Siapa yang kenal atau masih ingat jajan pasar ini?.. Gethuk, kelepon, putu, tiwul, gatot, cenil, lupis, bledus (jagung), ditaburi kelapa parut. Kalau anda ingin menambahkan rasa manis maka tinggal ditambahkan dengan siraman gula merah kental. Kemudian rasakan sensasi rasanya! Uenak tenaan..

Gethuk, tiwul, gatot, cenil, bledus dengan taburan kelapa parut

Jajan pasar tempo dulu yang seperti ini masih bisa kita dapati di Pasar Lawang dengan harga yang masih sangat terjangkau.

11. Warung Asih

Warung Asih

Warung ini terletak di ruas jalan menuju Malang tepatnya di Jl. Dr. Wahidin setelah stasiun Lawang. Bukanya dari pagi hingga malam. Menunya beragam ada nasi krengsengan, nasi rawon, nasi soto, gulai, sop, nasi campur, dan lain-lainnya. Bumbunya terasa meresap dan dagingnya juga empuk.

Nasi krengsengan, nasi rawon, nasi soto dan lain-lain siap tersedia

Warung ini sering menjadi persinggahan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan dengan kereta karena letaknya tidak terlampau jauh dengan stasiun Lawang.
Nah, bagi anda yang melakukan perjalanan antara Malang-Surabaya, ada baiknya anda singgah di tempat ini untuk menikmati lezatnya masakan daerah Lawang dengan harga terjangkau.

12. Warung Iwak

Warung Iwak

Bagi anda penggemar ikan, warung iwak ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena untuk memilih ikannya kita bisa memancing sendiri, tersedia nila bakar dan lele yang menjadi menu terlaris para pencinta kuliner. Selain itu ada udang penyet, ayam goreng, tahu penyet, lalapan, dan lainnya.

Ice cream sebagai menu penutup yang menyegarkan

Untuk menu western ada aneka steak, burger jumbo, sosis, dan lainnya. Serta ada pula ice cream dan minuman lainnya. Alamatnya di Jl. Argomoyo No.32, Lawang. Meskipun resto ini terbilang baru, namun resto ini sudah laris manis.

Anda pencinta kuliner?.. dan ingin memancing sendiri secara langsung lalu merasakan hasil pancingannya?.. Di sinilah tempatnya, dan rasakan sensasinya! ^_*

Demikian jelajah saya di Kota Lawang. Yuk, kita lestarikan budaya Indonesia, mengenalkan kepada bangsa dan negara lain akan kekayaan khazanah bangsa kita. Serta mensyukuri nikmat karunia sebagai bangsa Indonesia.

 

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Related Posts