Catatan Musim Gugur di Jepang (1)

Catatan Musim Gugur di Jepang (1)

Melakukan perjalanan bersama keluarga adalah hal yang sangat membahagiakan, ketika jadwal cuti anak-anak di Jeddah sesuai dengan jadwal libur anak-anak di Jepang bisa diselaraskan bersama. Apalagi kalau diniatkan untuk ibadah. Kok ibadah?

Iya dong, bukankah dengan melakukan perjalanan bersama setelah masing-masing sibuk dengan pekerjaannya (yang juga bagian dari ibadah) keharmonisan dalam keluarga tetap terjaga dan dapat memetik ibrah/ hikmah dengan melihat Kebesaran dan Keagungan ciptaan Allah SWT di bumi ini?

Sebuah moment yang selalu akan terukir menjadi kenangan dalam bingkai kebersamaan.
Karena keluarga adalah sumber cinta, kebahagiaan dan pengertian yang tidak pernah berakhir.

Seperti biasa, perjalanan ke Jepang tidak dapat dilakukan langsung dari Jeddah. Kami memilih untuk transit beberapa hari di Jakarta. Selain untuk bersilaturahim bersama keluarga dan teman-teman yang merupakan bagian dari ibadah, juga untuk menyesuaikan perbedaan cuaca. Saat berangkat di awal Oktober, suhu udara di Jeddah masih panas sekitar 38°C. Jakarta lebih rendah sekitar 30°C an. Sedangkan di Tokyo suhu sudah mulai dibawah 20°C, hmm sudah dingin untuk ukuran kami.

Alhamdulillah tiba di Tokyo, cuaca cerah dan sejuk. Tapi hari berikutnya mendung dan hujan.
Seperti biasa untuk memudahkan komunikasi, Wi-Fi walker adalah pilihan yang tepat, karena di Jepang kita sulit untuk mendapatkan nomer hand phone Jepang kecuali untuk penduduk atau yang memiliki ID card Jepang. Wi-Fi walker ini bisa disewa di airport atau pesan sebelumnya di toko-toko provider.

Musim gugur sudah mulai menampakkan auranya dengan udara yang mulai sejuk dan cenderung dingin dan curahan hujan yang kadang hanya rintik-rintik juga kadang lebat.

D Tokyo, dedaunan belum mulai berganti warna dan berguguran sebagai tanda musim gugur atau Autumn. Musim gugur di Jepang identik dengan pemandangan dedaunan yang mulai berubah warna dan berjatuhan dengan indahnya.

Biasanya di mulai dari wilayah Utara kemudian berangsur ke wilayah Selatan. Karena liburan anak-anak hanya sebentar, kali ini untuk mencuri start autumn , Hokaido-Sapporo adalah pilihan tepat untuk Momiji. Untuk menghemat waktu perjalanan ditempuh dengan pesawat, bisa juga dengan shinkansen tapi menjadi lebih lama dan lebih mahal.

Momiji adalah nama daun dari sebuah pohon di Jepang yang mempunyai 5 sudut dan berbentuk bintang. Pohon momiji disebut juga dengan maple. Orang Jepang memaknai setiap sudut helai daun itu dengan “kekuatan, kesederhanaan, kehangatan, keromantisan, dan kesetiaan.” Mungkin momiji tidak terlalu dikenal dibanding Bunga Sakura, tapi di musim gugur nuansa warna warni dedaunan ini sungguh luar biasa indah dan cantik. MasyaAllah ..

Daun-daun momiji yang awalnya berwarna hijau, seperti pohon pada umumnya, pada awal musim gugur akan berubah menjadi kemerahan, oranye lalu kecoklatan dan akhirnya warna kuning keemasan. Saat berwarna kuning itulah daun-daun momiji akan mulai berguguran memenuhi tanah.

Hembusan angin yang menyapu dedaunan yang berguguran pun turut menambah suasana sendu nan klasik di musim ini ditambah lagi dengan kicauan burung. Subhanallah.

Sebuah danau di Nakajima Park- Sapporo sangat indah di kelilingi pepohonan yang daunnya mulai warna warni.

Nakajima park- Sapporo

إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.” (QS:Al-Jaatsiyah | Ayat: 3)

Begitu cantik dan sempurnanya ciptaan Allah Subhanahu waTa’ala. Dapatkah kita bayangkan indahnya JannahNYA…? pasti akan jauuuh lebih indah. Subhanallah al adziim.

Sapporo terkenal dengan Odari Park (taman Odari) … sepanjang taman pepohonan Momiji akan berubah menjadi kuning. Saat berwarna kuning itulah daun-daun momiji akan mulai berguguran memenuhi tanah. Inilah puncak dari musim gugur. Sayangnya saat kami di Sapporo baru beberapa pohon yang sudah berubah warna daunnya.

Di ujung taman Odari Ada sebuah museum arsif dan di tengah-tengah taman ada clock Tower. Sepanjang taman tersedia bangku-bangku kayu untuk pengunjung beristirahat menikmati keindahan taman, dan kami pun sholat direrumputan di bawah pohon di belakang bangku taman.

Odari Park

Biasanya akhir November, Jepang mengabadikan perubahan warna dedaunan ini dengan Festival Momiji, sebagai bentuk kekaguman orang-orang Jepang terhadap perubahan warna daun maple ini. Festival ini diadakan di seluruh Jepang.

Sapporo juga terkenal dengan makanan lautnya, terutama kepiting. Giant crab atau kepiting raksasa selalu menjadi tujuan para turis lokal maupun turis dari negara manapun. Sebagai Muslim makanan halal adalah tujuan utama untuk disantap, dan makanan laut hampir semua halal, asalkan cara memasaknya atau campuran bumbunya halal juga. Jadi akan aman bila ikan, udang, kepiting dan lainnya yang dimasak dengan cara dipanggang atau di rebus dengan bumbu biasa yang kita biasa pakai untuk membumbui makanan laut.

Ada beberapa rumah makan yang sangat bersahabat dengan pelancong Muslim. Seperti rumah makan Ohiso di daerah Nijo market atau Kaito di Hokaido fisherman market.

Nijo market- Sapporo

Karena melihat saya memakai hijab, maka sebelum memesan makanan, seorang pramusaji menerangkan menu yang ada yang dapat kita pesan dan tidak memakai alkohol ataupun minyak babi. Memang rumah makan itu tidak memiliki sertifikat halal tapi hampir di setiap rumah makan atau cafe yang kami kunjungi selalu bersahabat dengan Muslim dengan menerangkan yang layak dan tidak layak kami konsumsi. Alhamdulillah. Kalau istilah anak-anak: they are so friendly to Muslims that’s why we love Japan.

Fisherman market Hokaido

Walau kita berbeda warna kulit dan bahasa tapi kita bisa saling memahami. Sungguh begitu Agung kekuasaanNYA.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Qs. 30:22)

Botanical Garden university of Hokaido sangat luas. Saat berkunjung ke sana udara cerah, sehingga dapat berkeliling di taman yang luas itu. Pohon-pohon yang berumur ribuan tahun dan kayu-kayu yang di abadikan disimpan dalam museum yang terdapat di area botanical Garden. Di salah satu sudut ada taman kecil khusus bunga-bunga mawar. Sayangnya banyak lebah/tawon dan capung, jadi buru-buru keluar taman itu.. hehehe.

Botanical garden

Kantor pos lama yang kini jadi museum sungguh cantik. Bangunan terbuat dari kayu tapi pintunya telah di renovasi dengan pintu kaca. Begitu juga gedung pemerintahan yang berwarna merah bata, dengan bangunan gaya eropa sangat bagus untuk dikunjungi.

Dari satu tempat ke tempat lain, kereta adalah transportasi yang murah dan cepat, dengan menggunakan suica  (kartu pas masuk/ tiket) yang bisa dipakai diseluruh kota di Jepang.

Sebenarnya masih banyak yang ingin dikunjungi, tapi anak-anak Senin harus masuk kuliah. Semoga masih diberi kesempatan olehNYA untuk berkunjung ke Sapporo lagi di lain waktu.

Alhamdulillah untuk kunjungan Sapporo – Hokaido. Faa bi ayyi ‘ala i Rabbikuma tukadzdzibaan.

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (QS. 67:15)

Qathrun Nada Djamil

Setelah menyelesaikan S1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Qathrun Nada Djamil menetap di Jeddah-Saudi Arabia bersama suami, 3 orang putra dan seorang putrinya. Kemudian menyelesaikan diploma Business English di Business Training Limited –England. Membaca adalah hobbynya dan mulai menulis secara otodidak di note Face Book kemudian bergabung dengan aMuslima.com pada tahun 2011. Awal tahun 2015 Qathrun Nada Djamil menjadi salah satu editor buku Apa judul buku ini karya Tupon Dj.

Related Posts