Distribusi Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima Tahap II: Ratusan Warga Kedungsari Antusias Padati Masjid Namiroh

Distribusi Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima Tahap II: Ratusan Warga Kedungsari Antusias Padati Masjid Namiroh

Waktu  menunjukkan pukul 15.00 WIB saat warga Desa Kedungsari berduyun duyun memadati pelataran Masjid Namiroh yang berlokasi di Kompleks Balai Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (4/6/2017).

Warga begitu antusias mengikuti kegiatan buka bersama dan pembagian mukena, jilbab serta sarung dalam kegiatan Menjemput Ramadhan 2017 yang merupakan program Inspiring Action aMuslima. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 warga dari sembilan dusun di Kedungsari.

Sekitar 500 warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, menghadiri acara buka bersama dan pembagian alat salat dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima di Masjid Namiroh Kompleks Balai Desa Kedungsari, Minggu (4/6/2017)

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Muspika dan tokoh agama setempat antara lain Camat Pengasih, Santoso SIP MSi; Kapolsek Pengasih, Kompol Kuswanto; Ketua Ranting Muhammadiyah, Drs Palupi Basuki MM; Ketua Ranting NU, Sudarman; Kepala Desa Pengasih, Ir Sabingin;  serta Wakil Danramil Pengasih, Ketua Pembina Pengamalam Agama Islam (P2A) serta para perangkat desa dan perangkat dusun. Sementara aMuslima diwakili salah satu donatur Ginus Partadiredja.

Camat Pengasih, Santoso SIP MSi, dalam sambutannya mengatakan warga muslim di Kedungsari membutuhkan perhatian lebih banyak. Santoso berharap adanya bantuan kurban, bantuan untuk menjaga kebersihan dan memakmurkan masjid serta bantuan untuk kegiatan TPA di Desa Kedungsari.

Sementara perwakilan donatur, Ginus, dalam kesempatan bertatap muka dengan warga Kedungsari menyampaikan salam cinta dari para donatur aMuslima sebagai bentuk perhatian terhadap warga di Kedungsari. Ginus juga berpesan dengan pembagian mukena serta sarung bisa menambah semangat warga Kedungsari agar semakin rajin salat karena ibadah salat merupakan amalan pertama yang akan dihisab kelak di Hari Akhir.

Jajaran Muspika dan tokoh agamaKecamatan Pengasih serta perwakilan donatur aMuslima.

 

Jajaran muspika dan tokoh agama Pengasih serta perwakilan donatur aMuslima berfoto bersama setelah penyerahan bantuan alat salat dari para donatur aMuslima.

Pembagian mukena, jilbab dan sarung dikoordinatori salah satu tokoh masyarakat Desa Pengasih, Wagiman Kastawiyana, yang dibantu 27 orang. Menurut Wagiman persiapan distribusi bantuan dari donatur aMuslima membutuhkan waktu selama dua pekan. “Semoga dengan kegiatan ini ada peningkatan semangat beribadah, peningkatan ukhuwah Islamiyah umat Islam di Kedungsari dan warga bisa lebih mencintai masjid,” ujar Wagiman kepada aMuslima.

Pengemasan paket mukena dan jilbab menjelang distribusi.

Paket mukena dan jilbab sudah terkemas dan siap didistribusikan.

Panitia lokal distribusi donasi program Menjemput Ramadhan 2017 di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.

Dalam perbincangan dengan aMuslima saat pengedropan bantuan beberapa waktu lalu Wagiman menceritakan mengenai sepinya sejumlah masjid di Desa Pengasih. Warga muslim di desa ini membutuhkan sentuhan dakwah yang lebih kreatif dan intensif untuk memakmurkan masjid sehingga kegiatan beribadah di masjid akan lebih terasa.

“Dulu kegiatan remaja masjid masih aktif tapi sekarang sudah tidak ada kegiatan. Muslim yang berjamaah di masjid juga tidak banyak padahal di setiap dusun sudah ada masjid,” cerita Wagiman. Di sejumlah dusun di Desa Kedungsari jumlah warga muslim minoritas. Kurangnya penggerak kegiatan di masjid menjadi salah satu kendala mengembangkan Islam di desa ini.

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, penerima donasi alat salat dan jilbab dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima di Masjid Namiroh, Minggu (4/6/2017).

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, penerima donasi alat salat dan jilbab dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima.

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, penerima donasi alat salat dan jilbab dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima.

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, penerima donasi alat salat dan jilbab dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima.

Sementara itu sejumlah 270 paket mukena dan jilbab dewasa, 90 jilbab anak serta 45 sarung anak dan 65 sarung dewasa dibagikan kepada warga Desa pengasih. Bantuan dari para donatur aMuslima disalurkan untuk warga di sembilan dusun di Desa Kedungsari, yaitu Dusun Karongan, Karangasem, Milir, Ngramang, Kalinongko, Cumetuk, Kedungsogo, Gletak dan Kradenan.

Sebelumnya telah disalurkan sebanyak 150 paket mukena dan jilbab dewasa, 46 jilbab anak dan 50 sarung di sejumlah dusun dan desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Dalam kegiatan Menjemput Ramadhan 2017 yang diselenggarakan aMuslima secara keseluruhan telah menyalurkan 420 set mukena dan jlbab dewasa, 146 jilbab anak serta donasi di luar paket yang diwujudkan berupa 160 sarung di mana 50 di antaranya adalah sarung anak. Saat distribusi bantuan di Desa Kedungsari ada tambahan donasi untuk konsumsi buka bersama warga.

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, penerima donasi alat salat dan jilbab dalam program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima.

Co-CEO aMuslima, Delina Partadiredja, mengaku bersyukur kegiatan ini berjalan lancar dan donasi yang terkumpul dalam tempo kurang dari dua pekan bisa melebihi target. “Rasanya bahagia luar biasa. Target mencapai jumlah penerima yang sama dengan tahun lalu 340 orang saja rasanya berat tapi ini bisa melebihi target,” ujar Delina.

Menurutnya donasi tahun lalu digalang dalam waktu satu bulan dan pembagian bantuan donasi dilakukan menjelang Idul Fitri. Sementara penggalangan dana kegiatan Menjemput Ramadhan 2017 hanya 10 hari.  Delina mengatakan aMuslima mengadakan program Ramadhan kali kedua ini tanpa rencana panjang.  “Terus terang saya malu meminta dana dari para donatur yang sama dengan tahun lalu dan saya berkata ‘tidak’ kepada partner saya Gemi Hartojo untuk mengadakan program Ramadhan di tahun ini. Namun 12 hari sebelum Ramadhan ada keinginan kuat untuk berbuat sesuatu lagi untuk warga di desa yang sama seperti tahun lalu apalagi ketika melihat foto warga tersenyum di tahun lalu,” cerita Delina.

“Bismillah kami mulai menggalang dana. Bukan saya yang mengetuk hati para donatur tapi saya memohon kepada Allah Yang Maha Pembolak Balik Hati Manusia sehingga waktu pengumpulan dana yang hanya 10 hari bisa berjalan dengan baik.”

Terima kasih untuk para donatur dan semua orang yang berpartisipasi dalam pendistribusian bantuan program Menjemput Ramadhan 2017 aMuslima. Semoga menjadi amal saleh kita semua. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut.

 
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (٦١

“Dan orang-orang yang memberikan sebagian hartanya sementara hati mereka takut maka sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya. Orang inilah yang bersegera kepada kebaikan dan merekalah yang mendapatkannya lebih dulu.” (QS Al Mu’Minun:60-61)

 

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts