Gerakan Tabungan Qurban Rp 10.000 Per Hari

Gerakan Tabungan Qurban Rp 10.000 Per Hari

Baru 4 tahun yang lalu Ponpes Al-Islam berdiri, Alhamdulillah sudah banyak kegiatan yang dilakukan. Bukan hanya dalam proses belajar mengajar layaknya sebuah sekolah agama. Namun juga hubungan baik yang dijalin dengan masyarakat sekitar. Seperti membuka kelas Universitas si Mbok, Dongeng Santri, Pelaksanaan dan penyaluran Hewan Qurban, dan lain-lain.

Sehubungan dengan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, kegiatan pelaksanaan dan penyaluran hewan qurban terus meningkat dari tahun ke tahun di Ponpes Al-Islam yang berlokasi di sebuah desa. Tepatnya di Jl. Pangeran Purbaya RT. 07 RW. 03, Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Di tahun-tahun sebelumnya, dana yang diperoleh untuk melaksanakan hewan qurban didapat dari para pequrban yang langsung melakukan pembayaran secara cash atau kontan dari 7 orang pequrban untuk 1 ekor sapi.

Namun di tahun ini, ponpes Al-Islam mulai menggerakkan masyarakat sekitar dalam program Gerakan Tabungan Qurban. Jadi, tidak lagi bersifat segera dan kontan dalam pembayarannya, yang oleh sebagian masyarakat dirasa cukup berat jika langsung mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Dalam hal ini ponpes juga menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Manbaul Huda, sebuah masjid di daerah Purbawinangun, Cirebon, dalam penyaluran hewan qurbannnya.

Untuk lebih lengkapnya, simak wawancara team aMuslima dengan Ustadz Muhammad Ayatullah, seorang ustadz muda yang mendedikasikan dirinya untuk menjalankan amanat besar dalam mewujudkan masyarakat Islami dan juga mencetak generasi Rabbani.

Ustadz Muhammad Ayatullah, pengasuh Ponpes Al-Islam memberikan pengarahan dalam proses pelaksanaan qurban

aMuslima : Assalamu’alaikum ustadz, saya dengar pelaksanaan Qurban tahun ini pequrbannya lebih banyak dari masyarakat sekitar ponpes dengan Gerakan Tabungan Qurban 10 ribu rupiah per hari. Apa latar belakang sehingga terbentuk Gerakan Tabungan Qurban ini?

Ustadz Ayatullah : Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.
Pada awalnya, menjelang idul adha tahun lalu, saya menyampaikan materi fadhilah qurban dan hal-hal yang berkaitan dengan qurban, dalam sebuah majlis ta’lim Jumat malam. Saya sampaikan di hadapan jamaah “kalau tahun ini anda belum bisa ikut qurban, maka niatkan dan siapkan untuk ikut qurban tahun depan.”

Setelah idul adha, materi saya ditanggapi dengan keinginan jamaah untuk qurban di tahun 1438 H. Akhirnya kami membentuk tim pelaksana program tabungan qurban dengan konsep 10 ribu rupiah per hari selama 10 bulan dengan hitungan bulan aktif selama 28 hari. Sehingga nanti pada saatnya akan terkumpul sejumlah 2.800.000 rupiah per orang nya. Dan ternyata sebagian ibu-ibu telah siap jadi tim keliling untuk sosialisasi dan penarikannya setiap hari.

Rancangan program ini pun disambut baik, setidaknya 28 orang siap ikut program tersebut.
Intinya, dengan niat yang kuat, semangat, dan ditambah dengan kemudahan yang Allah kasih, Alhamdulillah tahun ini masyarakat yang ikut menabung sudah dapat merasakan manfaatnya.

Bersama sebagian para pequrban yang turut hadir menyaksikan penyembelihan hewan qurban

aMuslima : Apa pekerjaan para penabung pada umumnya?

Ustadz Ayatullah : Para penabung terdiri dari berbagai kalangan; sebagiannya adalah pedagang, petani, Ibu Rumah Tangga, dan lain-lain.

Proses penyembelihan hewan qurban. Bismillahi Allahu Akbar!

aMuslima : Apa yang membuat mereka bersemangat untuk ikut gerakan menabung ini?

Ustadz Ayatullah : Semangat mereka adalah, semangat mencari pahala, semangat berbagi, semangat kebersamaan, dan tak kalah pentingnya juga ingin bisa menjadi orang yang menunaikan hak, bukan orang yang menuntut hak.

Sebagian anggota Gerakan Tabungan Qurban dan para santriwan

aMuslima : Mungkin bisa diceritakan sedikit tentang pelaksanaan hewan qurban sejak awal berdirinya Pondok Pesantren ini?

Ustadz Ayatullah : Awalnya para pequrban adalah dari keluarga, berlanjut ke para muhsinin (donatur) pondok yang kebanyakan berasal dari luar kota. Yang mungkin pendapatan mereka juga cukup memadai, sehingga dirasa mudah jika langsung mengeluarkan dana yang bisa kita katakan lumayan cukup besar dalam waktu yang relatif singkat.

Dalam perjalananya, dalam kurun waktu 4 tahun, terhitung;
Tahun pertama, terkumpul 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing
Tahun kedua, 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing
Tahun ketiga, 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing
Tahun ke empat atau tahun ini 1438 H, 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Team aMuslima ikut membantu penimbangan pembagian hewan qurban

aMuslima : Masyaa Allah, jadi terus meningkat ya ustadz? Apakah kesemuanya itu adalah hasil dari Tabungan Qurban?

Ustadz Ayatullah : Alhamdulillah. Total yang bisa menyelesaikan tabungan tahun 1438 H ini ada 21 orang = 3 sapi.
7 orang yang belum selesai, akan diusahakan bisa selesai tahun depan, qurban 1439 H.

Ustadz Ayat mengkoordinir secara langsung pembagian daging qurban untuk disampaikan kepada mustahiq

aMuslima : Dan bagaimana teknis penyembelihan serta penyaluran hewan qurban tersebut mengingat ponpes juga bekerjasama dengan masjid desa?

Ustadz Ayatullah : Kami koordinasi dengan pihak Masjid. Dari jamaah masjid ada 9 orang yang juga melakukan urunan, tentunya kurang 5 orang untuk bisa menjadi 2 sapi. Sedangkan pondok punya 5 orang pequrban dari donatur pondok, akhirnya kami sepakat digabungkan dan sapi disembelih di masjid.
Jadi di pondok, kami melakukan penyembelihan 3 ekor sapi, di masjid 2 ekor sapi. Dan 1 ekor sapi lagi dari para pequrban kami alokasikan di desa binaan yaitu desa Dukuh Dalem. Sedangkan 5 kambing yang juga ada di pondok disembelih sebagai media pembelajaran bagi para santri. Kemudian dagingnya dibagikan untuk anak-anak santri dan madrasah, serta dibungkus matang untuk anak-anak yatim.

Total daging;
– Sapi Pondok = 372 kg
– Sapi Masjid = 207 kg
– Sapi D.Dalem = 98 kg

Alokasi pembagian;
– 42 paket untuk pequrban, berupa 3 kg daging plus tulang-tulangan dan 5 bungkus daging, bilamana pequrban ingin menyalurkan sendiri kepada mustahiq.
– 788 paket masyarakat @1/2kg daging
– 68 paket panitia
– 86 paket murid madrasah

Bekerjasama dengan DKM Manbaul Huda, desa Purbawinangun

aMuslima : Apa harapan ustadz untuk masa mendatang?

Ustadz Ayatullah : Harapan saya pada masa-masa mendatang, masyarakat desa Purbawinangun khususnya, dan juga desa-desa di sekitarnya bisa ikut menyemarakkan syariat berqurban, baik qurban di rumah masing-masing, maupun bersama dikelola oleh masjid. Hingga semua masyarakat juga bisa menikmati hidangan daging di Hari Raya Qurban ini.

Motto dari saya sangat simpel, Mari semangat berqurban dan berbagi hingga ke desa-desa!

Oh iya, kami juga telah membuka pendaftaran tabungan qurban 1439 H. Dan bagi para donatur yang juga ingin turut serta dalam berqurban hingga ke desa-desa bisa menghubungi kami di 08567801700 atas nama Ustadz Muhammad Ayatullah.

***

Ternyata tidak harus menunggu harta berlimpah untuk bisa berqurban. Namun, cukup dengan semangat, niat baik, keinginan yang kuat dan istiqomah dalam menyelesaikan tabungan, In syaa Allah jika sudah waktunya akan Allah mudahkan.

Yuuk semangat berqurban 😊😍

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Related Posts