Haji Tanpa Muhrim

Haji Tanpa Muhrim

Muslim/Muslimat seluruh dunia yang berniat melaksanakan haji sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke kota suci Makkah Al-Mukaramah. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima dan wajib dilaksanakan bagi orang yang mampu. Bagaimana ibadah haji bagi wanita? Tetap wajib kah bila tidak ada muhrim yang mendampingi? Berikut ulasan singkat seputar haji bagi Muslimah.

Dari Ibnu Abbas RA bahwa dia pernah mendengar sabda Nabi SAW dalam pidatonya: “jangan hendaknya seoranng lelaki menyendiri bersama seorang perempuan, kecuali perempuan itu dikawini muhrimnya. Dan jangan ada perempuan yang bepergian kecuali bersama muhrimnya.” Seorang lelaki berdiri lalu berkata: “Ya Rasul Allah, sesungguhnya istri saya akan keluar untuk menunaikan haji, sedang saya sebenarnya telah mendaftarkan diri  untuk mengikuti perang anu.” Sabda Nabi: berangkatlah haji bersama isterimu.” (Muttafaq ‘alaih).

Dan dari Abu Sa’id RA bahwa Nabi SAW telah melarang wanita bepergian sejauh perjalanan dua hari atau dua malam, kecuali bersama suaminya atau muhrimnya (Muttafaq ‘alaih).

Dari kedua hadits di atas menunjukkan bahwa haji itu tidak wajib atas perempuan kecuali bila ada muhrimnya.

Dari imam madzhab yang empat dan banyak ulama yang sepakat bahwa suami atau muhrim itu wajib ada bila seorang wanita hendak menunaikan haji meskipun ada juga ulama yakni Ibnu Taimiyah yang mengatakan sah haji seorang wanita tanpa muhrim, begitu pula haji dari orang yang sebenarnya belum memenuhi syarat kesanggupan.

Dengan demikian bila ada seorang wanita  yang sebenarnya belum sanggup menunaikan haji tapi berangkat juga setelah mengetahui bahwa perjalanan cukup aman, maka hajinya sah insha Allah.

 

 

 

Sumber: Fiqih Wanita oleh Ibrahim Muhammad Al-Jamal. Alih bahasa Anshori Umar Sitanggal

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts