Ini Dia Cara Membatik

Ini Dia Cara Membatik

Kalau Anda berkunjung ke tempat-tempat wisata batik di Yogyakarta, jangan lewatkan untuk belajar membatik di Winotosastro. Saya sendiri tidak pernah bosan belajar membatik di sana. Walaupun prosesnya tidak berubah, tapi kemampuan membatik kita bakal terasah.

Winotosastro yang bertempat di Jl. Parangtritis Yogyakarta ini tidak hanya mempunyai toko yang menjual kain batik yang belum dijahit, tapi juga menjual pakaian batik, dompet-dompet, tempat kacamata, tas, dan yang lebih sering saya kunjungi yaitu area di belakang toko, area membatik.

Cukup kita datang tanpa buat janji kalau hanya perorangan, dan membayar kursus singkat membatik yang harganya tergantung dari besarnya kain yang akan kita gambar. Harga yang dikenakan bisa di bawah Rp 100 ribu untuk selembar kain sebesar taplak meja kecil, bentuk kotak atau persegi panjang dan itu sudah termasuk biaya belajarnya hingga selesai!

Besarnya kain yang kita pilih sebaiknya disesuaikan dengan waktu luang yang kita punya dan kadar ‘kesabaran’ si pembatik itu sendiri. Karena semakin besar kainnya, proses menggambar dengan cantingnya juga semakin lama. Sebagai gambaran, untuk kain kecil, bagi pemula yang ingin mebuat batik tulis, perlu waktu hingga 3 jam-an. Tapi kalau batik cap yaitu batik yang dicap dengan pola yang sudah ada di besi tembaga, tentu prosesnya lebih cepat.

Batik cap

Cara membuat batik tulis yang paling sederhana (1 warna) ini adalah:

1.Menggambar pola di atas kain putih (biasanya kain mori) menggunakan pensil. Bila kita ingin membuat pola sendiri bisa juga, tetapi di tempat itu disediakan berbagai jenis pola batik dimana kita tinggal mengikuti dengan bantuan sinar lampu di bawah kaca, hingga kita mudah menggambar pola yang ada.

Menggambar pola

2. Proses menutup gambar pola dengan lilin (malam) yang sudah dicairkan di atas tungku. Alat canting berfungsi sebagai kuas atau media untuk menggambar. Biasanya ketelatenan dibutuhkan ketika mencanting ini, karena posisi canting yang berisi lilin cair ini diusahakan tidak menetes di atas kain yang dapat merusak pola. Lubang kecil canting juga harus selalu mengeluarkan lilin dengan lancar, tidak terlalu berlebih dan tidak boleh putus-putus. Bila lilin sudah dingin dan beku otomatis akan menyumbat pipa canting dan kita harus membersihkannya atau memanaskan di dalam wajan untuk mendapatkan cairan lilin baru.

Mencantang atau mencanting

3. Setelah satu sisi digambar dengan lilin, kain harus dibalik dan diperiksa apakah pola di sisi belakang kain nampak jelas atau tidak. Kalau tidak jelas (tembus) atau polanya terputus-putus, kita harus mengulang mencanting lagi di sisi kain tersebut. Penutupan dengan lilin inipun dapat dilakukan pada bagian-bagian yang kita ingin tidak terkena warna bila dicelup dengan pewarna.

4. Melakukan pencelupan warna dengan pewarna yang kita inginkan, kemudian kain diperas lalu dijemur. Pencelupan warna biasanya dilakukan dua kali, yaitu warna dasar dan warna yang kita inginkan.

Pencelupan warna dasar

 

Warna dasar

 

Pencelupan dengan warna yang kita inginkan, kemudian kain dijemur

5. Setelah cukup kering, kain direbus  untuk menghilangkan lilin-lilin yang menempel.

Merebus kain

Bila ingin menambah kombinasi warna, proses mencanting bisa dilakukan lagi untuk mempertahankan/menutup warna sebelumnya, lalu dilakukan pencelupan warna lain, demikian seterusnya.

6. Bila lilin itu sudah bersih, kain dicuci berulang kali hingga seluruh lilin lepas dari kainnya, kemudian dijemur hingga kering. Warna biru termasuk warna yang sulit dalam proses melepas lilin dari kain.

Mencuci berulang kali untuk meyakinkan tidak ada lilin yang menempel

7. Untuk mempercepat pengeringan, kain bisa diperas dengan kertas koran agar air terserap habis.

Diserap dengan bantuan kertas koran

8. Kain yang sudah jadi bisa dijahit tepi-tepinya agar rapi kemudian disetrika dan siap digunakan.

Kalau kita memahami tahap demi tahap membuat batik tulis yang manual dan panjang ini, maka wajar kalau harga batik tulis lebih mahal dibanding batik cap. Untuk membuatnya saja bisa membutuhkan waktu lama, apalagi bila kainnya lebar dan motifnya rumit, bisa membutuhkan waktu beberapa bulan. Jadi, mulai sekarang mari hargai jerih payah pengrajin batik kita.

 

Selamat Hari Batik!

 

 

 

 

 

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts