Kapan Sebaiknya Pergi Umrah?

Kapan Sebaiknya Pergi Umrah?

Dear Muslimah,

Selalu banyak pertanyaan yang ditujukan kepada saya melalui blackberry messenger, facebook, whatsapp, email yang diantaranya adalah bulan apa yang terbaik buat jamaah untuk menjalankan ibadah umroh, tapi bukan bermaksud menanyakan bulan baik ya, hanya lebih karena faktor cuaca yang alhamdulillah bisa seperti oven panasnya. Atau pertanyaan seperti,  haji tahun ini panaskah cuacanya?

Bagi sebagian besar muslimah khususnya di negara yang mengalami 4 musim, cuaca panas Saudi bisa jadi merupakan tantangan tersendiri. Sebagai gambaran, Bulan Desember hingga February/Maret cuaca di sebagian besar kota di Saudi tergolong sejuk. Namun bulan yang terpanas adalah sekitar Juni-Agustus. Cuaca di Saudi memang tidak menentu. Bila memasuki bulan Agustus,  suhu udara bisa mencapai 40-50 derajat Celcius.

Karena pengunjung jamaah dari berbagai belahan dunia semakin banyak, kapasitas Masjidil Haram pun semakin tidak bisa menampung jumlah jamaah. Perluasan area masjid terpaksa harus merubuhkan beberapa hotel maupun apartemen di sekitar masjid. Bila anda pernah mengunjungi Baitullah beberapa tahun lalu mungkin sedikit bingung dengan adanya perubahan di beberapa tempat. Bulan lalu  saya  harus mencari-cari jalan keluar masjid karena banyak yang dialihkan selama masa renovasi ini. Area thowaf sekarang sudah disediakan lingkaran khusus bertingkat (bukan di dalam gedung masjid) buat jama’ah yang menggunakan kursi roda.

Saudi memiliki kalender akhir pekan yang berbeda dengan negara-negara lain. Saudi menjadikan hari Jumat dan Sabtu (beberapa tahun lalu masih hari Kamis dan Jumat) sebagai akhir pekannya. Oleh karena itu hari Jumat dan Sabtu atau hari libur sekolah, Masjidil Haram menjadi lebih penuh dibanding hari lainnya. Jam yang padat umumnya setelah waktu Ashar hingga puncaknya di tengah malam menjelang subuh.

Semoga informasi ini bisa membantu  anda yang merencanakan berangkat ke Baitullah dalam waktu dekat.

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts