Ketika Suami Istri Hidup Berjauhan

Ketika Suami Istri Hidup Berjauhan

Dalam pernikahan idealnya suami istri hidup di bawah satu atap. Namun karena alasan tertentu seperti pekerjaan atau menempuh pendidikan lanjutan maka mau tak mau membuat pasangan suami istri harus rela hidup terpisah jarak maupun waktu. Ketika suami istri hidup berjauhan, apa yang harus dilakukan untuk menjaga keharmonisan biduk rumah tangga?

Semua pasangan suami istri tentunya tak ingin menjalani long distance marriage (LDM) atau hubungan jarak jauh dalam pernikahan. Menjalani LDM juga sudah pasti tidak mudah dihadapi. Namun ketika sudah ada komitmen bersama dan keikhlasan untuk menjalani LDM maka jarak bukanlah kendala untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Hidup berjauhan dengan suami dijalani Ummu Raihanah hampir satu tahun ini. Raihanah bersama empat anaknya tinggal di Solo sedangkan suaminya menjalankan tugas sebagai abdi negara di Banjarmasin. Muslimah berdarah Padang-Jawa ini mengaku tidak mudah menjalani hubungan jarak jauh dengan suami meski setiap akhir pekan sang suami pulang.

Menurutnya menjalani LDM lebih banyak dukanya ketimbang sukanya. “Kalau ada apa-apa harus dikerjakan sendiri, harus bisa mengatur waktu sendiri, harus menjaga diri dengan lebih baik, sendirian mengurus anak-anak yang merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah,” ujar Raihanah kepada aMuslima.

Raihanah yang tahun ini menjalani mahligai pernikahan dengan suami selama 18 tahun mengaku hal yang paling utama dilakukannya dalam menjalani long distance marriage adalah saling percaya. Selain itu menumbuhkan muraqobatullah atau perasaan selalu diawasi Allah (SWT) dalam kehidupan keseharian.

Raihanah juga selalu mencoba berupaya optimal mengurus rumah tangga seberat apapun pekerjaannya. “Ada janji Allah berupa pahala yang besar seperti mujahid fii sabilillah,” ujarnya. Selain itu dia menjadikan sholat dan sabar sebagai penolongnya dalam menjalani beratnya hidup berjauhan dengan suami.

Dia menambahkan hal terpenting lainnya dalam menjalani LDM adalah tidak menceritakan kondisi rumah tangga dengan orang lain. “Lebih baik memilih bersabar dan tidak berkeluh kesah kepada manusia,” kata Raihanah.

Menurutnya menundukkan pandangan dengan yang bukan muhrim juga sangat penting dilakukan unuk menjaga keharmonisan rumah tangga saat menjalani long distance marriage. “Ketika mata kita liar maka tidak ada kenikmatan dalam memandang pasangan hidup kita. Jika sudah tidak nikmat memandang pasangan berarti ada ruang kosong yang bisa saja diisi orang lain karena itulah penting menundukkan pandangan,” ujar Raihanah.

Meski tidak mudah menjalani LDM, Raihanah meyakini segala kesedihan, air mata dan perjuangan dalam rangka menuju surgaNya. Seperti hadist Rasulullah (SAW) yang berbunyi:

“Apabila seorang wanita sholat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191).

Sementara dilansir newlyweds, beberapa tips agar long distance marriage berjalan dengan baik adalah saling percaya dan menetapkan aturan ataupun komitmen bersama dalam menjalani LDM. Selain itu pasangan suami istri harus mampu menyingkirkan perasaan cemburu, buang jauh ekspektasi bahwa semua hal harus dijalani bersama, selalu menjaga komunikasi dengan pasangan dan membuat hal-hal kecil menjadi sesuatu yang besar untuk diperbincangkan.

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts