Mandi, Berkumur, dan Istinsyaq Saat Berpuasa

Mandi, Berkumur, dan Istinsyaq Saat Berpuasa

Dari Umar RA: ia berkata: Suatu hari gairahku timbul lalu aku mencium (isteriku), padahal aku sedang berpuasa. Maka aku datangi Nabi SAW. Lalu berkata: “Hari ini aku telah melakkukan perkara besar, aku telah mencium (isteriku) sedang aku berpuasa.” Maka sabda Rasulullah SAW,: “Bagaimana pendapatmu bila kamu berkumur dengan air sedang kamu berpuasa?”. “Itu tidak mengapa,” jawabku. “Maka apa lagi (yang kau tanyakan)?” kata Rasul pula (hadits narasi Abu Daud, Ahmad, and An-Nasa’I; oleh Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban dan l Hakim hadits ini dinyatakan sahih)

Dengan adanya pernyataan Nabi SAW tersebut berarti berkumur  itu tidak membatalkan puasa, sedang berkumur itu permulaan dan pengantar minum.

Hadits lain,

Dan dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari seorang lelaki sahabat Nabi SAW, ia berkata: “Saya pernah melihat Nabi SAW mengucurkan air ke atas kepala beliau agar jangan kepanassan ketika beliau sedang berpuasa (hadits narasi Abu Daud, Ahmadd and An-Nasa’i; tokoh-tokoh sanadnya adalah tokoh-tokoh hadits shahih).

Hadits ini menunjukkan bahwa bagi orang yang berpuasa boleh mengucurkan air ke atas kepalanya untuk mengurangi panas. Begitu juga mengguyur sebagian atau seluruh badan, jumhur ulama memperbolehkan. Mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah maupun mubah. Kecuali madhab Hanafi yang menganggap makruh mandi bagi orang yang berpuasa.

Jadi bila sekedar mengurangi panas maka mandi taka apa dilakukan, begitu pula berkumur dan menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) sekalipun berkumur dan ber-istinsyaq secara berlebihan makruh hukumnya.

 

Sumber: Fiqhul Mar’ah Al-Muslimah by Ibrahim Muhammad Al-Jamal

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts