Mengatur Keuangan saat Liburan

Mengatur Keuangan saat Liburan

Liburan atau jeda sejenak dari segala rutinitas yang melelahkan, tentu menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu bagi semua orang. Bagaimana tidak? Rutinitas sehari-hari seperti bekerja di kantoran, mengurus keluarga, memasak, bersih-bersih rumah, membuat kita perlu ‘break’ sejenak sambil melepas kejenuhan dan stres dengan menyusuri tempat-tempat yang indah pemandangannya, mengunjungi tempat bersejarah, atau sekedar menikmati jajanan khas di tempat yang kita singgahi.

Banyak hal yang harus kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum kita berlibur; dari pesan tiket, penginapan, menyusun jadwal acara di tempat tujuan, mengurus visa bila ke luar negeri, dll. Pernahkah Anda sibuk kesana kemari masuk mal atau pasar, belanja  segala macam, beli pakaian baru, sepatu, tas, untuk persiapan liburan tanpa memegang catatan barang apa yang harus dibeli dan berapa alokasi dana nya? Pernahkah Anda menguras uang belanja bulanan untuk membeli kebutuhan liburan tanpa menyisihkan dana khusus liburan sebelumnya?

Liburan memang sering membuat kita kalap, bahkan terkadang ‘memaklumi’ diri sendiri kalau boros, dengan dalih ‘kan cuma sesekali’. Padahal, kalau kita bisa merencanakan dan mengelola keuangan kita dengan baik, tentunya acara ‘persediaan uang di dompet/bank’ menipis saat berlibur atau saat kembali ke rumah bisa dihindari.

Bagaimana cara mengelola uang kita? Pertama-tama tentunya kita harus membuat daftar pengeluaran, yaitu biaya apa saja yang biasanya kita keluarkan saat liburan. Biaya transportasi, akomodasi (bila kita berencana untuk menginap di hotel atau penginapan lain), kuliner, rekreasi, oleh-oleh, atau biaya tak terduga. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menyicil dan menyisihkan paling tidak 10% dari penghasilan bulanan keluarga untuk dimasukkan ke dalam pos ‘biaya liburan’. Semakin pendek persiapan keberangkatan, semakin besar persentase penghasilan yang harus kita sisihkan.

  1. Transportasi. Biaya ini meliputi tiket pesawat plus kendaraan yang akan membawa kita ke kota tujuan. Biaya ini mungkin merupakan salah satu biaya yang mahal diantara pos biaya liburan. Bila kita pesan tiket jauh hari, kita masih bisa memilih special offer atau best deal tiket berharga murah. Namun perlu juga diingat bahwa umumnya tiket promosi akan hangus atau denda mahal bila kita mendadak tidak bisa pergi pada tanggal dan jam yang ditentukan. Di samping itu, selama di tempat tujuan, kemungkinan kita akan sering bepergian dimana biaya transport seperti kereta, bis, taxi, atau sewa mobil, harus masuk dalam pos transportasi.
  2. Akomodasi. Bila kita tidak memiliki teman atau kerabat yang bersedia menjadi tempat kita bermalam di kota yang dituju, berarti kita juga harus menghitung biaya menginap di hotel/rumah penginapan tersebut. Layanan online seperti traveloka, agoda, booking.com, atau airbnb bisa menjadi salah satu pilihan untuk reservasi penginapan.
  3. Kuliner. Pada saat liburan, biasanya banyak makanan yang ingin kita beli dan cicipi. Kita sering lapar mata, lebih boros setiap membeli makanan apalagi bila kita pergi ke tempat-tempat dingin atau membutuhkan lebih banyak energi untuk berjalan kaki. Jangan lupa untuk mengantisipasi bila sulit ditemukan makanan yang halal. Membawa lauk kering dari rumah bisa menjadi makanan darurat.
  4. Rekreasi. Bila Anda bepergian dengan keluarga, bisa jadi Anda tidak hanya ingin berdiam di satu tempat atau kota saja. Mengajak keluarga ke tempat-tempat wisata yang menarik atau menantang menjadi bagian yang harus dinikmati bersama, tetapi jelas pos rekreasi harus menjadi pertimbangan. Diskusikan bersama keluarga (adakan family meeting) tempat-tempat yang diminati bersama sesuai dengan usia anak-anak.
  5. Oleh-oleh. Tidak afdol rasanya bila mengunjungi tempat wisata tanpa membeli oleh-oleh baik berupa makanan khas, atau souvenir sebagai kenang-kenangan. Sisihkan uang belanja oleh-oleh ini agar tidak habis dipakai untuk keperluan lain.
  6. Biaya tak terduga. Pos ini sering kita lupakan, karena kita menutup kemungkinan adanya musibah atau kejadian yang tidak kita inginkan, namun sebenarnya biaya bila salah satu keluarga ada yang sakit, atau penerbangan yang tertunda sehingga kita harus menambah hari menginap, atau keperluan mendadak lain harus disisihkan.

Bila semua biaya di atas sudah ada dalam daftar, anda bisa memisahkan pos-pos uang tersebut dan menyisihkannya dari sekarang. Tentunya setiap keluarga memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Saya sendiri masih sering menggunakan manajemen amplop bila memegang uang tunai, yaitu menyisihkan pos-pos keuangan di amplop-amplop terpisah yang diberi judul sehingga kita bisa menghitung uang tersisa yang boleh dibelanjakan  dan sedapat mungkin menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Bila menggunakan kartu kredit atau kartu ATM, pastikan Anda bijak memakainya sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan sebelum berlibur.

 

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts