Menjalankan Bisnis Online Tanpa Modal

Menjalankan Bisnis Online Tanpa Modal

Di era digital seperti saat ini memiliki bisnis sendiri bukanlah keniscayaan. Bahkan tanpa modal pun seseorang bisa menjalankan bisnis dan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit. Tapi benarkah bisa menjalankan bisnis online tanpa modal?

Tanpa modal yang dimaksud tanpa mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan, ongkos produksi maupun sewa tempat. Namun Anda tetap memerlukan modal laptop/netbook/tablet/handphone yang terkoneksi internet, senjata utama dalam memulai bisnis online.

Salah satu bisnis online tanpa modal adalah membuka online shop atau toko online. Keberadaan berbagai sosial media sangat membantu para pemilik online shop dalam memasarkan barang dagangan. Bahkan sosial media seperti Facebook, Instagram, Line bisa difungsikan sebagai lapak dagangan.

Saat menjalankan dua online shop mommakidz dan shop_zahira, saya menggunakan Facebook dan Instagram sebagai lapak untuk berjualan. Dari dua akun sosial media itu, Instagram memiliki jangkauan yang lebih luas untuk menjaring konsumen ketimbang Facebook. Saat menggunakan Facebook, hampir semua konsumen merupakan teman-teman saya sendiri. Karena jangkauannya hanya dalam jaringan pertemanan di Facebook, saya mengalihkan aktivitas online shop di Instagram.

Melebihi ekspektasi saya, berkat Instagram Alhamdulillah dua online shop @mommakidz dan @shop_zahira berkembang pesat. Dua online shop saya tersebut tidak membutuhkan modal kecuali untuk koneksi internet.

Salah satu produk baby bedding set buatan @mommakidz.

Salah satu produk baby bedding set buatan @mommakidz.

Akun @mommakidz menjual bedding set bayi maupun dewasa, bantal menyusui, apron menyusui, bumper box bayi yang dijual made by order atau dibuat berdasarkan pesanan. Konsumen bebas memilih bahan dan motif serta custom ukuran. Sistem pembayarannya dibayar dimuka saat pemesanan sudah dikonfirmasi sehingga pembayaran dimuka ini bisa dijadikan modal membeli bahan dan ongkos produksi.

Awalnya saya menjadi reseller usaha baby bedding set milik mantan rekan sekantor yang juga berjualan online. Lalu saya mencoba produksi sendiri karena kebetulan ada teman yang berpengalaman menjahit bantal, sprei dan bedding set lainnya. Mencari bahan kain untuk bedding set pun tergolong mudah karena di Solo ada pusat grosir kain.

Salah satu model jilbab yang dijual di @shop_zahira.

Salah satu model jilbab yang dijual di @shop_zahira.

Sementara akun @shop_zahira menjual jilbab instan, mukena dan gamis untuk dewasa dan anak. Sistem pembayarannya pun sama yaitu konsumen membayar dimuka sebelum barang dikirim. Saya tidak memproduksi sendiri tapi mengambil barang dari dua produsen dengan label mereka.

Saya masuk dalam grup WhatsApp seller dua produsen tersebut. Tiap hari produsen melakukan update stok dan mengirim foto produk baru mereka. Nah foto dari mereka saya unggah di Instagram untuk menggaet konsumen. Jadi ketika ada konsumen yang pesan produk tertentu saya tinggal kirim pesan WhatsApp ke produsen untuk menyimpan barang atau istilahnya keep dan barang pesanan itu saya ambil setelah konsumen melakukan transfer pembayaran.

Produsen memberikan tengat waktu satu hari untuk melakukan pembayaran sehingga makin memudahkan saya menjalankan online shop ini. Shop_zahira juga membuka peluang usaha bagi mereka yang ingin menjadi reseller dengan memberikan potongan harga dari harga publish di Instagram. Saat ini zhop_zahira memiliki belasan reseller dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa serta sejumlah pelanggan setia.

Omzet dua bisnis online shop yang baru saya jalankan enam bulan ini bisa mencapai belasan juta per bulan dengan laba antara 20-25%. Omzet bisa melonjak pada momen tertentu seperti saat Idul Fitri. Di dua bulan awal menjalankan online shop ini omzet belum menggembirakan. Seiring berjalannya waktu omzet mengalami kenaikan. Hasil yang lumayan untuk usaha yang dijalankan dari rumah dengan hanya bermodalkan koneksi internet bukan?

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts