Menulis Buku Indonesia dari Negeri Jiran

Menulis Buku Indonesia dari Negeri Jiran

Setiap wanita memiliki potensi untuk berkarya, baik di luar maupun di dalam rumah. aMuslima memang lebih banyak mengangkat profil-profil wanita yang mampu mengelola waktu yang mungkin tinggal sedikit karena kesibukan mengurus keluarga, dengan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. Menulis buku,  menulis artikel, atau sekedar menulis catatan singkat, tidak ada kata tidak berbakat, sudah terlalu tua untuk memulai, tidak pernah belajar khusus, atau berderet-deret alasan lain. Apakah bukan termasuk ibadah namanya bila kita berbagi ilmu yang kita pelajari ke dalam suatu tulisan, menghasilkan artikel yang bermanfaat, menghasilkan buku yang memberi dampak positif bagi orang lain?

Rita Audriyanti, putri pertama dari delapan bersaudara, dilahirkan di Solok, Sumatera Barat, pada tanggal 12 Oktober. Masa sekolah SD, SMP, SMA, dan kuliah, dihabiskan di Jakarta. Setamat kuliah dari IKIP Negeri Jakarta, sekarang Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada tahun 1983, Rita memulai karir sebagai pengajar pada almamater yang sama hingga tahun 1998. Dalam masa tersebut, Rita juga berhasil menyelesaikan studi S2-nya di bidang Pendidikan.

Rita, tidak ada alasan terlambat untuk mulai menulis.

Rita, buku solo pertamanya terbit di usia 44 tahun

Pada tahun 1998 Rita pindah ke Jeddah mengikuti kepindahan suami yang bekerja di Islamic Development Bank (IDB). Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri karir sebagai tenaga pengajar. Setelah 13 tahun di Jeddah, pada tahun 2011, Rita pindah lagi ikut boyongan dengan suami yang ditempatkan di Kantor Regional IDB di Kuala Lumpur, Malaysia, hingga hari ini.

Rita, ibu dari 3 anak, dua putra dan seorang putri, serta cucu kembar, ini merasa sangat terlambat memulai aktifitas menulis. Menulis baru mulai ditekuninya ketika usia tidak muda lagi yaitu usia 44 tahun yang ditandai dengan lahirnya buku solo pertama yang berjudul “Mengenal Etika dan Akhlak Islam” (terjemahan), Lentera, 2003. Lalu lahir lagi buku solo kedua 10 tahun kemudian. Diantara jeda waktu tersebut Rita tetap menulis, diantaranya mengirim tulisan ke majalah Panjimas (sekarang sudah tidak terbit lagi), dan di note FB.

Semenjak pindah ke KL, aktifitasnya berbeda dibandingkan dengan waktu tinggal di Jeddah yang banyak ke luar rumah dan kegiatan sosial. Di KL Rita mencurahkan waktunya ke dunia tulis menulis. Untuk menambah pengalaman dan mengasah ketrampilan menulis, Rita aktif menulis melalui aktifitas di blog Kompasiana, blog pribadi yang sayangnya kurang diseriusi jadi terbengkalai, juga aktif di perkumpulan grup kepenulisan, seperti Sahabat Pena Nusantara (SPN), dan Rumah Penulis Indonesia, serta sesekali mengirim tulisan ke media masa dan online.

Dari aktifitas tersebut, sejumlah buku telah lahir, baik secara solo maupun antologi. Tercatat tiga buku solo berjudul “Mengenal Etika dan Akhlak Islam” (terjemahan), Lentera, 2003. “Haji Koboi. Catatan Perjalanan Haji Backpacker,” Grasindo, 2013. Ada sebuah buku anak-anak lahir di tangannya sebagai hadiah menyambut satu tahun usia cucu kembarnya, berjudul “Memperkenalkan Ibrahim & Yusuf. Cucu Kembar kebanggaan Kami,” penerbit Indie, 2015. Dan buku solo ke-4 yang sedang masuk dapur penerbit berjudul “Menyambut Suami Pensiun.”

Sedangkan kontribusinya pada karya buku antologi, sudah tercatat ke dalam 17 buku, yaitu: “25 Kompasianer Wanita Merawat Indonesia,” Peniti Media, 2014. “Ahok untuk Indonesia,” Elex Media Komputindo, 2014. “Babu Backpacker,” Pipiet Senja Publishing, 2015. “Seronok Negeri Jiran, Pipiet Senja Publishing, 2015. “Quantum Ramadhan,” Genius Media, 2015. “Menulis Enjoy-Enjoy Sajalah,” Wahana Jaya Abadi, 2015. “Refleksi 70 Th Indonesia,” Peniti Media, 2015. “Indonesia Kita, Satu,” Peniti Media, 2015. “Jejak-jejak Mas Gagah #2,” Pipiet Senja Publishing House, 2015. “Quantum Cinta,” Genius Media, 2016. “Kisah Cinta & Pernikahan,” Untaian Cerita Pendek, Kobar-Sa Media, 2016. “Dua Negara Satu Cinta,” Kisah Inspiratif, Halaman Moeka, 2016. “Kumpulan Prosa Sepucuk Surat Untukmu,” 2016. “Orang Indonesia Kok Dilawan,” Genius Media, 2016; “Setangkai Tulip Putih,” Kumpulan cerpen Bilik Sastra VOI 2015, RRI, 2016. “From Baper To Super,” PKW Publisher, 2017 dan “Yang Berkesan dari Kopdar Sahabat Pena Nusantara di PP Darul Istiqomah Bondowoso,” Genus Media, 2017. Dua buku antologi terbaru akan terbit sebelum Ramadhan yaitu “(In) Toleransi”, Peniti Media, dan “Sudah Baguskah Ramadhanku?” PKW Publisher.

Selain melalui media buku, tulisan-tulisannya juga dimuat di beberapa media masa, seperti Panji Masyarakat, Kompas, Ummi online dan majalah penerbangan, Colours Garuda. Dua buah karya fiksinya pun ikut meramaikan Ruang Fiksi Radio Republik Indonesia siaran Luar Negeri, The Voice of Indonesia (VOI).

Ketika ditanya hal yang paling menyenangkan dan yang tidak menyenangkan menjadi seorang penulis, Rita mengatakan kepada indo.aMuslima,  “Hal yang menyenangkan adalah ketika kita berhasil merampungkan tulisan. Tidak peduli dimanapun akan dipublikasikannya. Tentu menjadi buku adalah hasil proses kreatif yang paling menyenangkan, baik terbit secara indie (biasanya penulis yang sibuk mencari penerbit atau percetakan, mengurus ISBN, promosi dan penjualan) maupun di penerbit mayor (penulis hanya mengirim naskah, selebihnya diurus oleh penerbit dan jika sukses maka dapat royalti). Sedangkan hal yang tidak menyenangkan tentunya ketika aku pulang kampung, praktis kegiatan menulis terhambat karena tidak punya waktu yang leluasa.”

Mengakhiri wawancara dengan indo.aMuslima, Rita memberi tips dan saran bagi calon penulis pemula yaitu (1). Tulislah apa saja setiap hari sebagai ajang untuk melatih koordinasi yang baik antara otak dan otot tangan, (2). Banyak membaca, (3) Tulislah apa yang disukai dan dikuasai karena menulis tidak cukup hanya dengan mau saja, (4) Belajar berani mempublikasikan tulisan serius walau singkat di medsos, (5) Berteman dan bergabung dengan kaum penulis, (6) Ikut kelas penulisan, (7) Niatkan menulis sebagai kegiatan ibadah dan berbagi agar ketika menulis niat ini menjadi rem supaya tulisan kita bermanfaat, (8) Jangan malu merasa tua atau terlambat memulai menulis, (9) Ibu rumah tangga berpotensi sebagai penulis hebat sebab ia kaya pengalaman inspirasi dan motivasi yang bersumber dari mengurus rumah tangga. Jadi menulislah dari sekarang sambil mengurus keluarga. Hasilnya ajaib!

Rita bisa dihubungi melalui Facebook: Rita Audriyanti-Kunrat, email: umm_salahuddin@yahoo.com, Whatsapp: +60172739992.

 

Delina Partadiredja

Menulis sudah menjadi bagian hidupnya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai SMA, Delina aktif menyumbangkan tulisannya di majalah sekolah dan majalah dinding. Setelah lulus SMA, Delina melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, UGM Yogyakarta, kemudian MBA Finance di University of Leicester. Dunia jurnalistik dipelajari secara otodidak dan langsung terjun membuat tabloid saat masih kuliah berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Delina sempat aktif menulis di Eramuslim.com, beberapa buku antologi telah diterbitkan seperti Menembus Batas Logika (eramuslim), Sedekah Senyum (bersama dengan Asma Nadia dan diterbitkan oleh Republika), dan the Muslimah Speaks (Mindswork Publishing). Kini Delina tinggal di Saudi Arabia. Bersama partnernya Gemi Hartojo dan didukung oleh para penulis yang berasal dari banyak negara membesarkan amuslima.com versi Bahasa Inggris serta indo.amuslima.com. Email: delina@amuslima.com FB: Delina Partadiredja Twitter: DelinaDelina Linkedln: Delina Partadiredja Skype: Delina Partadiredja

Related Posts