Musim Semi di Jepang dan Kimono

Musim Semi di Jepang dan Kimono

Musim semi di Jepang adalah musim yang selalu banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Selain bunga-bunga sakura yang mulai bermekaran dan berbagai bunga-bunga indah lainnya merebak disana sini, juga udara yang sejuk bahkan menjurus dingin, karena suhu udara sehari-hari dibawah 12°C. Kadang diselingi dengan rinai hujan, memberikan fenomena keindahan alam dan keagungan Allah Subhanahu Wata’ala atas ciptaanNYA. Alhamdulillah, puji syukur hanya kepada Allah atas segala nikmatNYA yang telah memberi kesempatan dan kemudahan untuk berkunjung ke negara sakura ini.

Bunga sakura bermekaran dimana-mana

Pada pertengahan Bulan Maret lalu, tepat musim semi di Jepang, putri bungsu kami telah menyelesaikan institute Bahasa Jepangnya. Alhamdulillah, satu babak pendidikan telah dilalui dan jenjang pendidikan selanjutnya telah menanti. Di hari wisudanya, diantara para wisudawati, ada beberapa orang yang tidak mengenakan busana wajib mereka (hitam dan putih) melainkan mengenakan busana China (Shanghai dress) mungkin memang berasal dari China dan ada juga yang memakai kimono karena bangga dengan busana tradisional Jepang ini. Seperti halnya saya, sejak dulu saya senang melihat wanita-wanita Jepang memakai kimono. Pakaian yang santun, rapi dan anggun dengan bahan yang bagus, motif bunga warna warni. Bila dipadukan dengan jilbab atau kerudung, sudah cocok untuk busana muslimah.

Berpose bersama keluarga dengan pakaian kimono

Setiap kali mengunjungi anak-anak, saya selalu meluangkan waktu untuk memakai pakaian tradisional negara sakura ini. Mungkin kedengarannya norak ya? Hehehe. Padahal karena suka walau cuma sebentar memakainya. Dan tidak sulit kok untuk meminjam kimono yang disediakan gratis oleh kantor Tourist Information Centre JNTO di Yurokucho – Tokyo, yang tidak jauh dari kantor Garuda. Demikian juga di kota (prefecture) lainnya di Jepang seperti di Nenba (samurai village) atau Kyoto, banyak tempat sewa kimono dan bahkan ada yang gratis seperti di JNTO Tokyo.

Apa sih arti kimono?

Secara harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang). Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, mirip gamis berlengan panjang dan berkerah dan dibelakang baju bukan berbentuk kotak tapi pita besar yang kaku dan keras.

Kimono dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : kimono wanita dan kimono pria. Untuk kimono wanita, panjang kimono dibuat hingga pergelangan kaki berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian belakang. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta (kelom – sandal khas Jepang).

Jenis kimono wanita

 

Bagian belakang kimono

Ternyata untuk memilih jenis kimono yang tepat, memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang terdapat pada masing-masing jenis kimono. Tingkat formalitas kimono wanita juga ditentukan oleh pola tenunan bahan dan warna, mulai dari kimono paling formal hingga kimono santai. Berdasarkan jenis kimono yang dipakai, kimono bisa menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.

Sedangkan kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua, dan hitam. Kimono paling formal berupa setelan montsuki hitam dengan hakama dan haori. Hakama adalah semacam celana panjang yang dikenakan pria yang juga terbuat dari bahan berwarna gelap.
Haori adalah semacam jaket yang dikenakan pria sewaktu mengenakan kimono. Montsuki lengkap dengan hakama dan haori juga berfungsi sebagai busana pengantin pria. Bagian punggung montsuki dihiasi lambang keluarga pemakai. Setelan ini juga dikenakan sewaktu menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki.

Kimono yang berbahan dasar sutra bisa dihargai Rp 50 juta keatas, bahkan ada yang sampai Rp 300 juta untuk satu set lengkap bersama obi, geta (sandal khusus kimono) dan aksesoris lainnya. Cara memakainya pun tidak sembarangan dan ada namanya sendiri, yaitu kitsuke. Sekarang ini kimono memang telah banyak dimodifikasi untuk mengikuti perkembangan mode dan minat kawula muda. Namun kimono tradisional tetap menjadi primadona.

Karena suka dengan kimono, jadi mencari tahu tentang jenis-jenis kimono, ternyata kimono memiliki berbagai jenis, antara lain:

1. Kimono Furisode

Kimono ini terbuat dari bahan sutra berkualitas tinggi yang memiliki tampilan warna mencolok dan bagian lengan berbentuk panjang. Biasanya dikenakan untuk seorang anak perempuan yang telah menginjak umur 20 tahun. Fungsi Kimono Furisode ini untuk melambangkan kedewasaan.

2. Kimono Tomosode :

Kimono ini diperuntukkan bagi seorang wanita yang telah menikah.  Biasanya digunakan untuk menghadiri upacara pernikahan dari kerabat dekat seperti keluarga kandung.

3. Kimono Houmongi:

Kimono ini juga diperuntukkan bagi seorang wanita yang telah menikah, biasanya digunakan untuk menghadiri upacara minum teh maupun upacara pernikahan dari kerabat jauh.

4. Kimono Mofuku:

Kimono ini diperuntukkan untuk menghadiri upacara pemakaman, dengan warna khas hitam. Ya karena warna hitam melambangkan sebuah rasa duka yang mendalam.

5. Kimono Kuro Montsuki:

Kimono ini didesain khusus untuk laki-laki sehingga tidak ada pita besar yang diikatkan di bagian belakangnya dan hanya memiliki warna-warna yang gelap seperti hitam, coklat dan abu-abu.

6. Kimono Uchikake:

Kimono inilah yang paling mewah, karena kimono ini diperuntukkan sebagai pakaian resmi seorang wanita pada saat mereka menikah, dan kalau soal harga, ya pastinya kimono jenis inilah yang memiliki harga paling mahal dibandingkan dengan kimono yang lainnya.

7. Kimono Yukata:

Kimono ini biasanya berbahan dasar katun dan dibikin dengan mesin pabrik, lain dengan kimono sutra yang dijahit sepenuhnya oleh tangan-tangan ahli. Karena itu harga yukata pun jauh berbeda dengan kimono sutra dan terjangkau oleh semua orang dan nyaman dipakai pada musim panas.

Sebenarnya kimono memiliki kemiripan ya dengan busana muslim. Seperti gamis yang menutupi keindahan tubuh. Busana panjang menutupi tubuh, santun, anggun dan bila ditambah dengan jilbab (kerudung) jadilah muslim berkimono ala Jepang.

Di Bulan September yang lalu, di acara Indonesia Muslim Fashion Week 2016 yang diadakan di Senayan City, negeri sakura juga meramaikan pasar busana muslim Indonesia dengan menggelar koleksi pakaian muslim yang terbuat dari bahan kimono. Untuk pertama kalinya, busana muslim bergaya kimono dan motif Jepang hasil kolaborasi Jepang dan Indonesia dipertunjukkan.

Perpaduan antara kimono dan busana muslimah mencerminkan nuansa Islami di negara sakura yang mayoritas penduduknya non Muslim. Dan saya senang melihat Muslimah Jepang memakai pakaian tradisionalnya.

Qathrun Nada Djamil

Setelah menyelesaikan S1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Qathrun Nada Djamil menetap di Jeddah-Saudi Arabia bersama suami, 3 orang putra dan seorang putrinya. Kemudian menyelesaikan diploma Business English di Business Training Limited –England. Membaca adalah hobbynya dan mulai menulis secara otodidak di note Face Book kemudian bergabung dengan aMuslima.com pada tahun 2011. Awal tahun 2015 Qathrun Nada Djamil menjadi salah satu editor buku Apa judul buku ini karya Tupon Dj.

Related Posts