Pesan Cinta Untuk Anak-Anakku

Pesan Cinta Untuk Anak-Anakku

Anakku…
Selamat datang di dunia remaja
Dulu, selagi kecil, kau teramat senang dimanja
Apapun selalu engkau ceritakan pada bunda
Kini, saat engkau remaja
Kau mulai menutup diri
Asyik dengan duniamu sendiri
Mengunci diri di dalam kamar
Sampai-sampai hampir tak ada lagi cerita yang bunda dengar

Anakku…
Dulu, saat azan berkumandang
Kopiah, sarung, dan sajadah kecilmu siap kau sandang
Berlari-lari menuju masjid dengan hati riang
Begitupun dengan kau gadis remajaku
Mukena dan sajadahmu siap terhampar
Kini, saat engkau remaja
Panggilan sahabatmu lebih engkau utamakan
Pesan bunda tak kau hiraukan
Hingga seringkali waktu sholatmu terabaikan

Anakku…
Dulu, kau merengek-rengek minta mengaji Al-Quran
Bersama ustadz Yusuf yang kau idolakan
A ba ta tsa hingga ayat-ayat panjang kau lantunkan
Kini, saat engkau remaja
Rengekanmu berubah amarah
Gadget terbaru menjadi incaran agar kau tak dipandang rendah,
Gagap teknologi, primitif, atau apalah
Oleh teman-temanmu yang tak lagi ingat akan surga yang indah

Gadisku…
Dulu, bunda hiasi wajahmu dengan jilbab mungil warna warni
Agar kau tahu jilbabmu adalah perisai diri
Penutup auratmu agar Allah selalu meridhoi
Kini, saat engkau remaja
Tak kau hiraukan lagi semua itu
Sibuk selfi ke sana ke sini
Media social lebih engkau gandrungi
Merebut perhatian publik lebih engkau sukai
Daripada merebut perhatian Rabb-mu sendiri

Gadisku…
Dulu, bunda ajarkan membantu, mengasihi, menyayangi
Agar engkau punya rasa menghormati, menghargai
Pada mereka yang membutuhkan dengan rasa empati yang kau miliki
Kini, saat remaja kau tak lagi peduli
Teknologi begitu menguasai
Dirimu yang dulu santun dan berbudi
Yang jauh mungkin menjadi dekat
Namun yang dekat terasa kian jauh

Duhai anak-anakku…
Dengarlah pesan cinta dariku ini,
Janganlah kau terlena akan kenikmatan duniawi
Karena semuanya ini tak kan abadi
Bersegeralah benahi diri
Karena kita tak pernah tahu kapan ajal kan datang menghampiri

Tak perlu kau sibuk memikirkan apa yang orang lain katakan
Tentang dirimu
Tentang kekuranganmu
Tentang kelemahanmu
Dan tentang hal-hal lain yang membuat engkau
Justru semakin jauh dari Rabb-mu

Namun pikirkanlah
Apa penilaian Allah terhadapmu
Apa yang bisa kau lakukan untuk-Nya
Apa yang bisa membuat Tuhanmu terpana

Teman-teman terbaik bagimu,
adalah mereka yang selalu mengingatkan
Pada kebaikan, dan pada ketaatan
Merekalah yang nantinya bisa memberikan syafaat di akhir zaman

Perlengkapan ibadahmu menjadi saksi
Al-Quranmu menjadi pelita dalam kuburmu
Bukan gadgetmu yang dulu setia menemani
Bukan pula permainan-permainan semu yang sempat melenakanmu

Pun dengan jilbabmu
Pakaian penutup auratmu
Ia yang akan menyelamatkanmu dari api neraka
Ia pula yang menyebabkan Tuhan langsung mendatangimu di Surga-Nya

Serta amal baikmu lainnya
Pribadi mulia yang engkau miliki
yang akan membuat para penghuni surga
merindukan kehadiranmu

Jika kau tak mengindahkan pesan kami
Sama artinya kau menyeret kami
Dalam kubangan dosa dan jilatan api neraka

Anakku…
Kami pun pasti pernah khilaf
Tapi percayalah,
Kami hanya ingin yang terbaik buatmu
Menjadikan dirimu makhluk mulia
Sebagai rasa syukur atas amanah yang telah Allah titipkan pada kami

Demi Tuhan, anakku…
Ayah dan bunda sangat mencintaimu

***

Jeddah, 11 Agustus 2016

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Related Posts