Pilih Diet Rendah Lemak, Rendah Karbohidrat atau Mediterania?

Pilih Diet Rendah Lemak, Rendah Karbohidrat atau Mediterania?

Mau diet menurunkan berat badan tapi bingung memilih metode diet yang tepat? Jika Anda menelusuri metode diet di laman searching google akan ada banyak metode diet menurunkan berat badan yang bisa dipilih seperti diet rendah lemak, diet rendah karbohidrat dan diet mediterania. Manakah dari bermacam metode diet itu yang paling cocok menurunkan berat badan sekaligus menyehatkan?

Metode diet tertentu tidak selalu cocok untuk semua orang. Terkadang butuh eksperimen untuk menemukan metode diet yang pas. Jika menggunakan metode diet tertentu tidak efektif dalam usaha Anda menurunkan berat badan mungkin itu bukan metode diet yang pas untuk Anda, untuk metabolisme Anda maupun situasi Anda.

Faktor keturunan, keluarga dan lingkungan juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan menurunkan berat badan. Jadi mau pilih metode diet yang mana? Mungkin ulasan tentang kelebihan dan kekurangan tiga metode diet yang dilansir health.harvard.edu di bawah ini bisa membantu Anda menemukan metode diet yang cocok menurunkan berat badan sekaligus menyehatkan.

1. Diet Rendah Lemak

Diet ini sering dibandingkan dengan diet rendah karbohidrat. Ada yang menyebut diet rendah lemak lebih efektif menurunan berat badan ketimbang diet rendah karbohidrat. Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya.

Mengingat lemak mengandung sembilan kalori per gram sementara karbohidrat empat kalori per gram maka secara teori Anda bisa makan karbohidrat lebih banyak terutama buah-buahan berair dan sayur-sayuran dengan mengurangi makanan berlemak. Diet semacam ini rasanya lebih hambar dibandingkan diet lainnya. Namun jika karbohidrat pengganti lemak yang Anda konsumsi merupakan karbohidrat olahan dan cepat dicerna, rencana diet Anda bisa gagal.

Dan perlu diingat lemak sehat sebenarnya bisa membantu penurunan berat badan dan sebagian lemak bagus untuk jantung. Jadi jika menghilangkan asupan lemak dari menu makanan dikhawatirkan menimbulkan masalah kesehatan.

2. Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat bisa menurunkan berat badan secara cepat. Namun ada beberapa ancaman gangguan kesehatan di balik penurunan berat badan yang cepat tersebut. Mengonsumsi makanan terutama karbohidrat olahan seperti roti tawar dan nasi putih bisa menaikkan gula darah yang memicu limpahan insulin dari pankreas. Limpahan insulin bisa menurunkan kadar gula darah dengan cepat sehinga membuat orang lebih cepat lapar.

Oleh karena itu para penganut diet rendah karbohidrat berkeyakinan orang yang banyak mengonsumsi karbohidrat maka asupan kalorinya lebih besar dan bisa menaikkan berat badan. Membatasi asupan karbohidrat dengan mengonsumsi protein dan lemak lebih banyak diyakini bisa mencegah limpahan insulin dan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

Namun kekurangan asupan karbohidrat membuat tubuh mengambil simpanan karbohidrat (glikogen) dari hati dan jaringan otot. Dalam prosesnya, tubuh juga kehilangan cairan yang tertahan dalam tubuh. Itu berarti berat badan yang turun adalah berat cairan yang tertahan dalam tubuh. Hasilnya adalah berat badan yang turun sangat cepat namun setelah beberapa bulan penurunan berat badan melambat dan bisa jadi berat badan justru naik.

The American Heart Association memperingatkan orang-orang yang menggunakan metode diet Atkins bahwa konsumsi lemak jenuh dan protein yang terlalu tinggi bisa memperberat kerja jantung, ginjal dan tulang. Kurangnya konsumsi karbohidrat terutama dari buah-buahan dan sayur-sayuran juga menjadi kekhawatiran lainnya. Pasalnya mengonsumsi buah dan sayur bisa memperkecil resiko stroke, demensia dan jenis kanker tertentu.

3. Diet Mediterania

Dalam sejumlah penelitian diet mediterania disebut sebagai diet yang paling menyehatkan dan kaya rasa jika dibandingkan diet lainnya. Diet ini menggabungkan antara lemak sehat dan karbohidrat serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran.

Lemak sehat dari lemak tak jenuh dalam pola diet mediterania ditemukan dalam minyak zaitun dan minyak lainnya. Sementara lemak tak jenuh jamak ditemukan dalam ikan, minyak canola, kacang kenari dan sejumlah makanan lain. Dalam diet ini lemak jenuh dan lemak trans menjadi musuh utama yang dihindari. Menu makanan dalam diet mediterania cenderung mengandung lemak dalam jumlah sedang namun sebagian besar berasal dari lemak sehat. Sedangkan karbohidrat berasal dari karbohidrat murni, sumber makanan kaya serat seperti roti gandum dan kacang-kacangan.

Diet ini juga kaya buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan. Diet mediterania juga menyertakan daging dan keju tapi dalam jumlah sedikit. Diet ini diyakini bisa memperkecil risiko penyakit jantung dan diabetes.

Jadi diet apakah yang Anda pilih? Diet yang bagus adalah yang menyediakan banyak pilihan makanan, relatif sedikit pantangan dan pilihan makanan tidak sulit dan tidak mahal untuk didapatkan. Diet yang dijalani harus baik juga untuk jantung, tulang, otak dan usus besar yang menjadi saluran pembuangan sisa makanan yang sudah dicerna.

Selain itu diet tersebut seharusnya bisa konsisten dijalani hingga bertahun tahun. Diet sehat semacam itu mungkin tidak membuat berat badan Anda turun dengan sangat cepat namun memberikan sesuatu yang lebih baik bagi Anda, yaitu kesehatan dalam hidup Anda.

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts