Ramadan di Berlin

Ramadan di Berlin

Alhamdulillah wa syukurillah kita masih diberikan kesempatan merasakan indahnya kebersamaan di bulan suci Ramadan. Kesempatan yang telah Allah SWT  berikan kepada saya dan  keluarga untuk berhijrah dari negeri tercinta Indonesia menuju negeri rantau di  Timur Tengah dan  saat ini ke wilayah Eropa sungguh memberikan banyak sekali inspirasi juga pengalaman baik dan buruk dalam  kehidupan  kami. Dengan restu dari suami yang saat ini masih bertugas di Saudi Arabia, Ramadan tahun ini saya diijinkan untuk menemani putra putri tercinta yang sedang menuntut ilmu di Berlin.

Walaupun jauh di mata namun kami tetap harus  dapat menjaga tali silaturahmi dengan saudara dan kerabat baik di tanah air maupun di negara-negara lainnya. Silaturahmi atau silaturahim sangat dianjurkan dalam Islam.  Allah SWT akan mempertemukan kita dengan hambaNya yang baik apabila kita juga selalu berbuat baik dan  taat menjalankan perintahNya. 

Dari Abu Hurairoh RA : Rasulullah bersabda

“Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya, dan dipanjangkan usianya, hendaklah dia menyambung silaturahmi” (H.R.Bukhori).

Memasuki hari ke-13 di bulan suci Ramadan,  saya sebagai salah satu masyarakat Muslim Indonesia yang sedang berada di Berlin sangat menikmati indahnya silaturahmi melalui beberapa rangkaian ibadah yang biasa dilakukan di masjid Indonesia yaitu Masjid Al Falah. Hari ini di awal bulan Juni cuacanya sudah mulai cerah dan terasa hangat setelah beberapa minggu lalu banyak angin kencang dan dingin.

Bercerita sejak awal memasuki bulan Ramadan, seperti biasanya pengurus masjid  Indonesia Al-Falah dan panitia Ramadan membuka secara umum khususnya untuk seluruh masyarakat Muslim Indonesia yang berada di Jerman untuk menyambut bulan suci Ramadan dan melaksanakan ibadah Ramadan di masjid. Memasuki hari pertama Ramadan, dilaksanakan acara sholat  Tarawih bersama. Acara dimulai saat menjelang azan magrib dengan sambutan-sambutan singkat dan padat dari ketua masjid lalu panitia Ramadan dan kemudian duta besar Indonesia untuk Jerman yang saat ini masih dipimpin oleh bapak Fauzi Bowo. Sampai azan Magrib tiba yaitu pukul 21.19 malam dilanjutkan dengan sholat berjamaah Magrib, sholat Isya baru kemudian sholat sunnah Tarawih  8 rakaat diakhiri dengan sholat witir 3 rakaat.

Jamaah yang hadir lumayan banyak memenuhi ruangan masjid yang terlihat sederhana namun bersih dan rapi. Saat itu saya juga melihat ada beberapa warga muslim asing yang turut serta beribadah dan mungkin sudah dikenal oleh jamaah atau para pengurus masjid. Masjid Indonesia Al-Falah juga menerbitkan bulletin panduan Ramadan yang dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat muslim yang hadir di masjid atau bagi yang tidak hadir dapat mendownload sendiri melalui website yang disediakan oleh pihak pengurus masjid. Sungguh pelayanan yang sangat baik dari para pengurus dan panitia Ramadan di masjid Al Falah, barakallah fiikum…aamiin.

Foto bersama ibu Tati Fauzi Bowo saat mengawali bulan suci Ramadan

 

Sebagian pengurus dan panitia yang aktif di masjid Al-Falah

Saat ini baru memasuki musim panas  di seluruh belahan benua Eropa sehingga puasa Ramadan waktunya bisa 18 jam lebih atau hampir  3 jam lebih lama dibanding negara-negara  di Timur Tengah. Saat ini waktu Imsak/Subuh sekitar pukul 2.55 pagi, Iftar sekitar pukul 21.20 malam. Sholat Dzuhur sama seperti biasanya yaitu sekitar pukul 13.00 siang dan Ashar baru sekitar pukul 17.30 sore.

Bagi yang sudah biasa merasakan waktu puasa panjang ini memang tidak terasa 18 jam menahan lapar haus dan segala hawa nafsu. Namun bagi yang baru pertama kali merasakan, butuh waktu untuk beradaptasi biasanya 2 atau 3 hari pertama. Namun cuaca yang sejuk disini dan dengan melaksanakan aktivitas rutin sambil ditambah dengan jadwal kegiatan ibadah Ramadan yang hanya 1 tahun sekali saja maka 18 Jam justru terasa pendek. Waktu tidur kita memang berkurang demi meraih Ridho dan Rahmat Allah Subhannahu Wa Ta’alla. Niat yang tulus dan ikhlas memberikan kekuatan dan kesejukan hati di bulan penuh berkah ini. Banyak hadits yang shohih tentang kemuliaan bulan Ramadan, semoga dengan rutinitas ibadah ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah Subhannahu Wa Ta’alla.

“Jika tiba Bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan.”(HR.Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang berpuasa pada Bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu” ((HR.Bukhari)

“Segala amal kebajikan anak Adam itu di lipat gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan kepadanya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku’.” (Hadits riwayat Muslim)

Sejak hari pertama Ramadan, di masjid Indonesia Al Falah ada kajian-kajian Islam dari mulai kajian ba’da Subuh (Kibas) sampai dengan kajian menjelang Magrib (Karib) lalu dilaksanakan buka puasa bersama dan sholat berjamaah. Selain itu ada juga kegiatan-kegiatan Ramadan lainya seperti kelas bahasa Arab siapapun boleh turut serta tanpa dipungut biaya lalu ada juga acara Kuis Ramadan (Kurma) serta Konsultasi langsung dengan ustadz di masjid. Acara rutinitas lainnya yaitu pengajian-pengajian khusus untuk ibu-ibu yaitu Ummul Falah, Pengajian Pemudi khusus untuk para siswi, Pengajian Al-Hisab khusus untuk bapak-bapak dan Pengajian Pemuda khusus untuk para siswa. Seperti diumumkan oleh ketua panitia Ramadan yaitu Bapak Roni Soesman, di minggu kedua Ramadan in syaa Allah akan diadakan 3 macam Lomba Tahfidz (Hafalan Al-Qur’an) yaitu untuk tingkat TPA, Juz 30 dan 3 Juz .

Selama bulan suci Ramadan 1438 Hijriah ini, masjid Al-Falah Berlin mendatangkan Ustadz H.Endang Hendra,LC.,M.E. khusus dari Indonesia untuk memimpin berbagai kegiatan bulan suci Ramadan. Beliau berasal dari kota Bandung dan saat ini bertugas sebagai dosen bahasa Arab di Al-Imarat, Bandung. Di dalam masjid juga disediakan kamar khusus untuk tempat tinggal serta fasilitas-fasilitas khusus untuk ustadz yang sedang bertugas.

Ustadz sedang memberikan kajian

 

Masyarakat Indonesia yang sedang menikmati buka puasa bersama  di Masjid

 

Setiap hari disediakan berbagai menu untuk buka puasa di Masjid

Setiap hari Jumat aktivitas menjelang buka puasa sampai sholat Tarawih dilaksanakan di Aula KBRI Berlin yang berlokasi di Lehter Str.1617, 10557. Undangan ditujukan kepada seluruh masyarakat muslim Indonesia yang berada di Berlin dan sekitarnya. Jamaah yang hadir biasanya jauh lebih banyak daripada di masjid karena melibatkan banyak masyarakat Indonesia yang bertugas di KBRI Berlin maupun masyarakat Indonesia lainnya dan pelajar-pelajar Indonesia yang sedang berada di Berlin. Saya juga menemui beberapa siswa/siswi yang jauh-jauh datang dari kota lain khusus untuk menikmati suasana Ramadan  mengikuti ibadah dengan sesama warga Indonesia. Sungguh tidak terasa kalau kami jauh dari tanah air tercinta Indonesia, indahnya kebersamaan di negeri rantau. Alhamdulillah wa syukurillah.

Kajian menjelang Magrib di Aula KBRI Berlin

 

Wajah keceriaan dan semangat Ramadan siswa siswi di Berlin

Tulisan-tulisan saya sebelumnya di amuslima yaitu Ramadan bersama siswa siswi Indonesia di Berlin bagian 1, bagian 2, dan Lebaran di Berlin bisa menambah wawasan terutama untuk Anda yang ingin sekolah di Berlin atau ingin tahu bagaimana kegiatan siswa siswi dan juga masyarakat muslim Indonesia dalam aktivitasnya di bulan Ramadan.

Ramadan Kareem

Astrid Despiona

Penulis adalah ibu dari seorang puteri dan seorang putera. Memulai karirnya di bidang perbankan selama 13 tahun lalu memutuskan berhenti berkarir karena harus turut mendampingi suami tugas di luar negeri. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi penulis untuk dapat berbagi dan memberi inspirasi kepada orang lain. Kesehatan, pendidikan, musik, busana, dan berkebun adalah bidang yang diminatinya.

Related Posts