Tebing Breksi dan Wedang Uwuh, Yogyakarta (Bagian 2)

Tebing Breksi dan Wedang Uwuh, Yogyakarta (Bagian 2)

Jelajah saya berikutnya adalah lokasi wisata Tebing Breksi yang terletak di dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta. Untuk menuju lokasi, kami memilih untuk mengendarai sepeda motor mengingat jarak tempuh dari lokasi rumah adik tidak terlampau jauh. Kami pun ingin merasakan udara sejuk dan suasana asri kota Yogya. Kami melintasi jalan yang disekelilingnya dihiasi sawah, tebing-tebing pepohonan dan rumah-rumah penduduk. Cuaca cerah dan semilir angin yang terasa membelai pipi, benar-benar membuat saya begitu terpesona dan sangat menikmati perjalanan ini meski jalan agak mendaki dan berliku.

Tebing Breksi dengan ornamen tokoh pewayangan

Sesampainya kami di sana, kami dibuat takjub dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan gagah, dihiasi ornamen naga dan tokoh pewayangan. Rasanya sudah tak tahan untuk segera berpose dan menaiki beberapa anak tangga yang memang lumayan cukup tinggi untuk dapat sampai ke puncak tebing. Anak-anak juga merasa sangat antusias, tertarik dengan suasana di tebing breksi.

Berpose dengan latar tebing breksi yang menjulang tinggi

Untuk tiket masuk ke kawasan Tebing Breksi tidak dikenakan tarif. Cukup memberi seikhlasnya saja. Namun untuk parkir motor dikenakan biaya retribusi Rp. 2000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp. 5000.

Oh iya, menurut cerita yang saya dapat, bahwa tebing breksi ini dahulunya adalah sebagai tempat penambangan bahan material bangunan yang digunakan oleh warga masyarakat setempat sebagai mata pencaharian mereka. Namun, pemerintah setempat kemudian melarang kegiatan penambangan tersebut dikarenakan batuan tersebut merupakan hasil endapan abu vulkanik dari gunung api Purba Ngelanggeran, yang menjadi kawasan cagar budaya yang harus dilindungi.

Oleh karena itu kegiatan penambangan mulai dihentikan, namun para warga melihat hasil kikisan di tebing nampak begitu unik dan menawan, maka pemerintah setempat dan juga warga masyarakat kemudian menjadikan tebing breksi ini sebagai kawasan wisata yang cukup menarik.

Monument Batu Peresmian Tebing Breksi Sebagai Destinasi Wisata kota Yogyakarta

Lalu pada 30 Mei 2015 diresmikanlah tebing breksi ini sebagai destinasi wisata baru di daerah Yogyakarta oleh Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X.

Tlatar Seneng

Terdapat pula Tlatar Seneng yang terdapat dalam satu kawasan Tebing Breksi. Sebuah area luas dengan tempat duduk melingkar yang dibuat seperti bertingkat-tingkat yang dilengkapi dengan panggung bulat berdiameter 15 meter. Tempat ini biasa dijadikan ajang pertunjukan kesenian.

Dan bagi anda penyuka tantangan uji nyali, seperti panjat tebing, sepeda gunung dan off road, di sini ada area yang dapat dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Beberapa pengendara sepeda gunung sempat terlihat memasuki kawasan tebing breksi, dan mobil-mobil off road yang sedang parkir di sana.

Menikmati keindahan alam ciptaan Allah dari atas tebing. Subhanallaah..

Dan bagi pencinta fotografi, temukan spot-spot cantik di sana, memadukan anda dengan latar tebing-tebing uniknya hingga mendapatkan hasil yang luar biasa.

Gunung Merapi yang bisa dinikmati dari lokasi Tebing Breksi

Keindahan gunung Merapi juga bisa kita saksikan dari lokasi Tebing Breksi ini. Tempat ini juga sudah dilengkapi dengan toilet, masjid, dan juga warung-warung makan lesehan. Supaya lebih yakin bahwa saat ini saya sedang berada di Yogya, maka minuman yang selalu saya cari adalah wedang uwuh.

Wedang Uwuh

Wedang uwuh ini adalah minuman yang terdiri dari rempah-rempah, seperti serutan kayu secang, jahe, daun kayu manis, daun cengkih, daun pala, cengkih/batang cengkih yang kesemuanya dalam kondisi yang sudah dikeringkan. Kemudian diseduh dengan air panas, perlahan warna airnya akan menjadi kemerah-merahan, lalu tambahkan gula batu, minum selagi hangat dan rasanya, hmm.. sungguh nikmat, membuat badan terasa segar dan hangat. Berasa seperti hidup di zaman raja-raja 😀

Iyaa.. karena konon katanya, wedang uwuh ini adalah minuman khas para raja Mataram, Yogyakarta. Serta memiliki banyak khasiat, diantaranya selain sebagai penghangat badan, juga dapat melancarkan peredaran darah, menurunkan kadar kolesterol, anti oksidan, dan lain sebagainya.
So, kalau anda ke Yogya jangan lupa untuk mencicipi wedang uwuh ini yaa..  ^_*

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Related Posts