Tradisi Iedul Adha di Arab Saudi

Tradisi Iedul Adha di Arab Saudi

Iedul Adha, yang sering disebut juga Hari Raya Haji atau Lebaran Haji atau juga Iedul Qurban, adalah hari raya umat Islam untuk memperingati peristiwa qurban ketika Nabi Ibrahim as, memenuhi perintah Allah untuk mengorbankan Ismail, putranya, bukti keta’atan nya pada Allah yang kemudian digantikan Allah Subhanahu waTa’ala dengan domba.  Tanggal 9 Dzulhijjah 1438 H (31 Agustus 2017 ) adalah hari Arafah, dimana ummah Islam yang tidak menunaikan haji disunnahkan untuk berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang puasa Arafah:

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka Rasulullah  menjawab:  “Menghapuskan (kesalahan/dosa) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang).

Hari Arafah juga merupakan hari yang baik untuk berdoa. Karena itu, panjatkanlah doa sebanyak-banyaknya pada hari tersebut.

Rasulullah bersabda:

Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah”. (HR. Tirmidzi).

Aura Dzulhijjah mulai terasa sejak berdatangannya para jama’ah dari berbagai negara untuk menunaikan ibadah haji. Pemandangan Masjidil Haram Mekkah, Masjid Nabawi Madinah yang mulai padat dengan jama’ah  juga Mina dan Arafah yang ditayangkan di Televisi membuat keinginan kembali menunaikan ibadah haji. Talbiyah Labbaikallahumma labbaik membuat merinding dan terharu, Ya Allah mudahkanlah kami untuk dapat kembali melaksanakan ibadah haji.. Aamiin.

Gimana sih tradisi lebaran haji atau Iedul Adha di Arab Saudi?

Lebaran haji atau Iedul Adha hampir sama dengan di negara lain. Pagi hari di tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam berbondong- bondong menuju masjid untuk melaksanakan sholat Ied. Begitu pula dengan keluarga kami, setelah sholat subuh di rumah, kami menuju masjid terdekat. Saat itu menunjukkan jam 6.15 tapi masjid sudah penuh sampai pelatarannya.  Mungkin di dalam masjid masih kosong, jadi saya bergegas masuk ke dalam masjid. Baru saja buka pintu masjid, khusus wanita, iqomah sholat berkumandang. Akhirnya sholat di bawah tangga bersama ibu-ibu yang tidak sempat ke lantai atas . Alhamdulillah masih ada tempat longgar yang memang disediakan karpet dan sajadah sholat untuk wanita yang tidak kuat naik tangga.

Surat yang dibaca saat sholat Iedul Adha adalah surat Al Insan, dengan suara merdu ayat-ayat Al Quran dilantunkan imam. Masya Allah. Selesai sholat, dilanjutkan takbir, tahmid, tahlil dan khutbah. Iedul Adha tahun ini bertepatan dengan Hari Jum’at . Berarti dua hari raya yang bersatu dalam satu hari. Dimana bila sudah melaksanakan sholat Iedul Adha, diperbolehkan untuk tidak melaksanakan sholat Jum’at tapi tetap melaksanakan sholat dhuhur, demikian antara lain isi khutbah.

Banyak juga ibu-ibu yang sudah turun tangga saat khutbah dimulai, ini efek duduk dibawah tangga jadi melihat yang naik turun tangga. Mungkin karena sudah ingin cepat pulang untuk istirahat karena belum tidur, biasanya begadang lanjut sampa sholat Ied terus tidur atau karena ingin sarapan karena hari sebelumnya berpuasa.. wallahu’alam.

Kalau Iedul Fitri, anak-anak memakai baju-baju cantik seperti Cinderella, tapi kalau lebaran haji baju anak-anak biasa-biasa saja. Yang sama adalah anak-anak yang membawa coklat/ permen yang dibagi-bagikan ke anak-anak kecil lainnya.. indahnya kebersamaan anak-anak ya.. merekalah yang paling berbahagia di saat lebaran.

Usai sholat , bagi mereka yang berqurban langsung menuju tempat penyembelihan hewan qurban, tapi banyak juga yang telah menitipkan kepada seseorang yang nantinya bagiannya akan dikirim ke rumah dan bagian lain langsung dibagikan kepada yang berhak. 1/3 untuk sedekah, 1/3 dihadiahkan dan1/3 bagi yang berqurban.

Jama’ah selesai mennunaikan sholat Iedul Adha

Di Saudi Arabia , Iedul Adha disamakan juga dengan hari raya daging (Ied laham, laham=daging).
Pada hari raya masakan yang diolah serba daging dan isinya ( hati, lidah, ginjal) semua diolah dan menjadi masakan/makanan yang lezat.

Menu utama di hari raya Iedul Adha

Untuk sarapan, selain tamis , dibiasa, shaksouka, ful ( sarapan khas Arab) juga oseng-oseng hati kambing  (sapi) fresh dari hewan yang baru disembelih. Siang hari atau malam biasanya makan bersama, kumpul keluarga besar dengan menu nasi kambing  (biryani, bukhari, mandi atau kabli, dan lain sebagainya). Siap- siap obat darah tinggi, asam surat dan kolesterol deh. Hehehe..

Ied adalah hari kumpul keluarga, di hari pertama lebaran. Ini tradisi yang biasa dilakukan keluarga-keluarga yang masih mengutamakan kebersamaan keluarga di rumah. Sekarang sudah banyak keluarga yang memakai sistem praktis, makan di restoran keluar rumah. Kumpul keluarga dilakukan di salah satu waktu, kadang pagi atau siang atau malam.  Selebihnya acara masing-masing.  Ada yang ke pantai atau mengajak anak-anak mereka bermain di tempat bermain, ke mall , dan lain-lain.

Di Arab Saudi hari raya Iedul Adha justru dimeriahkan lebih besar dan lebih meriah dibandingkan Iedul Fitri. Karena datangnya Hari Raya Iedul Adha menjadi penanda akhir waktu pelaksanaan ibadah haji, tahalul awal. Selain itu saat Iedul Adha pemerintah kerajaan Arab Saudi lebih banyak disibukkan dengan pemotongan hewan qurban. Daging hewan –hewan qurban tersebut tidak hanya dibagikan untuk rakyat miskin yang terdapat di wilayah Arab Saudi tapi juga dibagikan ke negara–negara Islam yang tergolong miskin terutama di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Iedul Adha di tempat saya, Jeddah kali ini tidak begitu ramai. Keramaian hanya pada sholat Ied, saat penyembelihan qurban, dan kumpul bersama keluarga. Apalagi sebagian penduduk Jeddah menunaikan haji atau berlibur ke luar negeri, karena liburan akhir tahun ini sangat panjang mulai bulan Juni sampai 2 minggu setelah lebaran haji.

Taqabalallah a’malana wa a’malakum, shiyamana wa shiyamakum.

Eid Mubarak lil jami’
Allahu Akbar, Allahu Akbar,   Allahu Akbar wa lillahilhamd..

Qathrun Nada Djamil

Setelah menyelesaikan S1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Qathrun Nada Djamil menetap di Jeddah-Saudi Arabia bersama suami, 3 orang putra dan seorang putrinya. Kemudian menyelesaikan diploma Business English di Business Training Limited –England. Membaca adalah hobbynya dan mulai menulis secara otodidak di note Face Book kemudian bergabung dengan aMuslima.com pada tahun 2011. Awal tahun 2015 Qathrun Nada Djamil menjadi salah satu editor buku Apa judul buku ini karya Tupon Dj.

Related Posts