Benarkah Coklat Menyehatkan?

Benarkah Coklat Menyehatkan?

Coklat dengan rasanya yang khas dan manis selalu menggoda untuk dicicipi. Namun anggapan makan coklat bakal bikin gemuk membuat makanan ini kerap dihindari terutama para perempuan yang ingin bentuk badan mereka ideal. Tapi tahukah Anda bahwa coklat menyehatkan dan bisa membantu menurunkan berat badan loh.

Coklat yang dimaksud tentu bukan coklat dengan kandungan tinggi gula namun coklat hitam atau dark chocolate dengan kandungan kakao sekitar 70% ke atas. Dilansir telegraph.co.uk, penelitian mengenai manfaat coklat bagi kesehatan terus dilakukan dari waktu ke waktu.

Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa coklat bagus untuk kesehatan jantung, sirkulasi darah dan otak. Coklat juga diperkirakan bermanfaat membantu menurunkan berat badan, bagus untuk penyandang autis dan bagus untuk penderita diabetes. Sementara dalam penelitian terkini disebutkan bahwa coklat bisa membantu fungsi otak di usia senja.

Dark chocolate atau coklat hitam juga diketahui membantu mengembalikan fleksibilitas arteri dan mencegah sel-sel darah putih menempel pada dinding pembuluh darah. Kedua hal itu menjadi penyebab umum dari penyumbatan arteri.

Sementara hasil penelitian di Finlandia menemukan bahwa dengan mengonsumsi coklat membantu menurunkan risiko terserang stroke. Penurunan resiko stroke sekitar 17% disekelompok pria yang mereka uji. Coklat juga kaya mineral bermanfaat seperti potasium, zinc dan selenium. Coklat hitam seberat 100gram mengandung 67 persen RDA zat besi.

Manfaat coklat lainnya adalah menurunkan kadar kolesterol. Mengonsumsi kakao bisa menurunkan level kolesterol jahat dan menaikkan kadar kolesterol baik. Hal ini bagus dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Coklat juga bermanfaat bagi kesehatan kulit. Kandungan flavonols dalam coklat hitam bisa membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Bagi yang sedang menjalani diet menurunkan berat badan, coklat ternyata bisa loh membantu Anda menurunkan berat badan. Satu kotak kecil coklat hitam yang dikonsumsi sekitar 20 menit sebelum makan bisa merangsang hormon untuk melaporkan ke otak bahwa perut Anda sudah kenyang sehingga akan mengurangi porsi makan Anda. Mengonsumai coklat setelah makan juga bisa merangsang Anda untuk mengurangi mengonsumai makanan-makanan ringan lainnya.

Tak hanya itu, coklat juga diketahui bisa menaikkan sensitivitas insulin. Dengan mengonsumsi coklat hitam dalam jumlah wajar diperkirakan bisa menunda atau mencegah serangan diabetes. Kandungan flavanols dalam coklat juga membantu mengurangi hilangnya memori pada otak orang lanjut usia. Coklat juga bisa membantu mengurangi stress pada calon ibu dan bayi dalam kandungan.

Tapi perlu diingat, konsumsi coklat harus dalam jumlah wajar, jangan berlebih-lebihan. Seperti yang sudah diingatkan Allah SWT dalam Al Quran surat Al-A’raf ayat 31:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf:31).

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts