Boneka dari Kaos Kaki

Boneka dari Kaos Kaki

Anak-anak perempuan biasanya suka sekali dengan yang namanya boneka. Naluri keibuannya juga sudah nampak saat ia menimang atau me-ninabobok-kan boneka kesayangannya. Sambil berceloteh dan bersenandung. Mungkin alam bawah sadarnya sudah menyimpan memory bagaimana bundanya memperlakukan dirinya saat kecil. Itulah dunia anak yang penuh dengan permainan dan suka cita.

Nah, untuk melengkapi kegembiraannya tidak ada salahnya bukan, kalau bunda membuatkan boneka lucu hasil kreasi bunda sendiri. Dijamin ananda akan makin lengket tidak hanya dengan bonekanya, namun juga semakin tumbuh subur rasa cinta ananda kepada bundanya, karena ia tahu bundanya teramat sayang padanya.

Bahan-bahannya juga mudah didapat kok bun, kita manfaatkan kaos kaki bekas saja yuk, misal kaos kaki yang pasangannya sudah hilang padahal kondisi masih bagus… sayang kalau tidak dimafaatkan kan, daripada dibuang!

Bahan-bahan yang kita perlukan :

1. Kaos kaki bekas polos dan motif yang masih bagus
2. Kain perca (bisa juga dari bahan kaos)
3. Jarum jahit
4. Benang jahit
5. Benang wool
6. Benang sulam
7. Pita berwarna
8. Gunting
9. Pendedel jika diperlukan
10. Dakron/kapas isian bantal bekas juga bisa
11. Mesin jahit / jahit tangan

Selanjutnya adalah langkah-langkah pembuatannya :

1. Ambil 1 buah kaos kaki polos. Gunting jadi dua bagian atas kaos kaki untuk kaki boneka, kira-kira 1/3 bagian saja dari kaos kaki. Selebihnya nanti untuk badan dan kepala boneka.

2. Bunda bisa memilih untuk memasukkan dakron dari bagian kepala atau bagian kaki. Jika dari kepala (karena ada jenis kaos kaki yang ada lekukan untuk ibu jari, jadi harus kita ratakan dulu), maka bagian ujung jari dari kaos kaki kita gunting untuk memasukkan dakronnya. Lalu menutupnya kembali di bagian kepala. Dan kalau ingin memasukkan dakron dari bagian kaki boneka (untuk jenis kaos kaki pada umumnya), maka jahitan penutup letaknya ada di kaki boneka.

3. Di sini, saya memasukkan dakron dari bagian kepala. Setelah kita menggunting bagian untuk kaki, lalu kita jahit bagian kaki boneka dari bagian dalam kaos kaki. Bisa dengan jahit tangan atau jahit mesin. Lalu kita balikkan, sehingga jahitan tak tampak lagi dari luar, kemudian kita isi dakron dari bagian kepala. Tekan-tekan hingga kaki-kaki terisi penuh, lanjut badannya, dan terakhir adalah kepala. Setelah pengisian dakron selesai, kita tutup kembali dengan jahitan di bagian kepala. Tidak mengapa jika tidak terlalu rapih jahitannya karena nantinya akan kita tutup dengan rambut dan topi.

4. Buat lekukan untuk leher dengan cara jahit jelujur secara melingkar dan agak kita tarik. Simpulkan agar jahitan tidak terlepas. Sekarang kita sudah mendapatkan bagian kepala dan juga nampak badan.

5. Ambil kembali kaos kaki berwarna beda untuk bajunya. Di sini saya menggunakan warna biru ke abu-abuan untuk bajunya. Jadikan bagian atas kaos kaki sebagai penutup leher dengan membuat lipatan seolah menggunakan sweater.

6. Lalu bentuk lagi sebuah lingkaran untuk sepatunya, dengan bahan dan warna yang sama dengan baju. Jahit sisi-sisi yang terbuka dari bagian dalam, membentuk segi empat. Kecuali 1 sisi biarkan terbuka untuk memasukkan kaki boneka sebagai sepatu.

7. Bentuk mata dan mulut dengan jahitan tangan menggunakan benang sulam dengan cara tusuk jelujur atau tusuk tikam jejak. Benang warna hitam untuk matanya dan warna merah untuk mulutnya.

8. Siapkan benang wool, buat beberapa helai untuk rambut boneka. Panjang sesuaikan dengan selera. Ikat benang wool di bagian tengah kumpulan benang tersebut, lalu letakkan di kepala boneka. Selanjutnya kita jahit. Bentuk dua ikat kuncir rambut untuk bagian kanan dan kiri dengan menggunakan pita.

9. Ambil kaos kaki bermotif, yang akan kita gunakan adalah bagian ujung jari kaki, gunting / potong di posisi pertengahan telapak kaki, atau secukupnya, untuk membuat topi boneka. Buat jahitan jelujur di bagian ujung jari kaki, lalu kita tarik dan simpulkan. Masukkan kepala boneka ke dalam topi. Kini boneka kita sudah mengenakan topi.

10. Untuk mempermanis penampilan, kita bisa meletakkan kain motif / kain perca untuk dipasangkan di baju bonekanya. Meletakkan pita di bagian leher boneka juga boleh.

Naaah, boneka dari kaos kakinya sudah jadiiii… 😍😄
Bagaimana bunda, cantik kaaan?.. Ananda sekarang bisa bermain-main dengan boneka kesayangannya. Ananda juga bisa memberikan sebuah nama panggilan untuknya, seperti Aisyah, Zahra, dan sebagainya.

Selamat bermain dengan sang buah hati, bunda.. 😘❤️

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Related Posts