Ini Dia Cara Mengalihkan Anak yang Kecanduan Game

Ini Dia Cara Mengalihkan Anak yang Kecanduan Game

Di zaman yang serba canggih ini banyak permainan atau game yang ditawarkan melalui aplikasi smartphone, yang membuat anak-anak semakin tertarik dan asyik dengan gadget mereka. Atau juga permainan seperti play station, yang seringkali membuat para orangtua merasa pusing dan bingung bagaimana mengalihkan perhatian anak yang kecanduan game.

Ada memang beberapa permainan atau game online yang membuat anak-anak justru semakin bertambah pintar, kreatif, dan mandiri. Namun tak jarang juga yang justru membuat anak menjadi malas belajar dan kurang sosialisasi atau kurang peduli terhadap lingkungannya. Tapi, satu hal yang pasti, ketika anak-anak mulai memegang gadget, mereka perlu untuk tetap didampingi dan dibimbing oleh orang tua mereka.

Beberapa solusi yang mungkin bisa kita berikan di antaranya, melalui permainan-permainan alam atau tradisional, agar anak dapat berinteraksi langsung dengan teman-teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Para pemerhati anak-anak juga terus berupaya mengembangkan berbagai inovasi di bidang game. Di antara permainan itu adalah bermain UNO Stacko.

Uno Stacko adalah permainan yang sedang “IN” untuk saat ini. Caranya dengan menyusun balok yang dilakukan oleh 2 sampai beberapa pemain. Disusun ke atas hingga menyerupai menara. Karena bisa dimainkan oleh beberapa orang, jadi terasa sangat menyenangkan jika dimainkan bersama teman atau keluarga.

Aturan dasar bermain Uno Stacko adalah:

1. Para pemain duduk mengelilingi Uno Stacko yang telah disusun secara acak, baik nomor dan warnanya. Pada baris pertama diletakkan 3 balok secara berbaris sejajar, tumpukan kedua diletakkan secara melintang dan disusun secara sejajar pula. Tumpukan ketiga seperti pada baris pertama.

2. Pemain pertama mengambil satu buah balok secara acak. Dan yang perlu diingat ; Pemain hanya boleh menggunakan 2 jari, dan tidak boleh dibantu oleh tangan lainnya. Lalu meletakkannya di posisi paling atas.

3. Pemain berikutnya harus mengambil balok dengan angka sama atau warna sama, tanpa menjatuhkan susunan balok.

4. Demikian seterusnya sampai susunan baloknya rubuh. Pemain yang merubuhkan balok, adalah pemain yang dinyatakan kalah.

5. Selain balok warna dengan angka, ada balok khusus : dua kali ambil, arah permainan berbalik, ganti warna.

Permainan ini terasa seru dan menegangkan manakala sisa-sisa balok sudah dihadapkan pada posisi yang dirasa mulai tidak seimbang. Sehingga saat tiba giliran pemain yang mengambil balok lalu “gubrak”, jatuh berantakan, dada rasanya berdetak kencang. Lalu tawa pun terdengar ceria. Menambah akrab suasana.

Biasanya, anak-anak kecil pun ikut tertarik menyaksikan permainan di atas. Dan tak perlu dilarang yaa saat si kecil juga mulai mengutak atik UNO Stacko tadi. Di tangan anak yang kreatif, UNO juga bisa menjadi mainan yang mengasyikkan bagi mereka. Orang tua tinggal menemani, mengarahkan dan sama-sama mencoba permainan baru seperti membuat jalan raya, perlintasan kereta api, rumah, jalan layang kereta api, atau permainan seperti domino dengan cara diberdirikan balok-baloknya membentuk rentang barisan, bisa dibuat meliuk-liuk kemudian saat balok pertama dijatuhkan, maka balok-balok lainnya akan berurutan pula jatuh. Seruu!! Bermain pun jadi lebih mengasyikkan dan anak-anak akan mulai melupakan gadget mereka!

Perlintasan Kereta Api

 

Rumah

 

UNO ala Domino

 

Tiang listrik, jalan layang kereta api, sandal yang berjajar di mushola

 

Selamat bermain dengan ananda 😄❤️

Maymunah MNC

Penulis adalah lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Tafsir Hadits. Kecintaannya pada dunia anak digelutinya dengan mengajar anak-anak sekitar rumahnya sejak ia masih Tsanawiyah, atau setingkat dengan SMP. Saat kuliah ia sempat mengajar di sebuah Tsanawiyah. Kini Maymunah tinggal di Jeddah, Saudi Arabia. Sempat menulis untuk Buletin Duta Bangsa yang diterbitkan masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Dalam sebuah kajian bertajuk: Iqra, Keummian Rasulullah, Serta Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Luas. Kumpulan puisinya terangkum dalam buku koleksi pribadinya, Ku Ingin Menciummu. Saat ini bersama anak-anak didiknya yang ia beri nama Rabbbani Education Foundation tengah melakukan kegiatan menulis bersama, di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Walau tinggal jauh dari tanah airnya, Maymunah bersama dengan keluarga besarnya tetap ingin menebar manfaat dengan mendirikan sebuah Pondok Pesantren di daerah Cirebon, dengan mengutamakan anak-anak yatim dan yang kurang mampu agar tetap dapat menuntut ilmu.

Leave a reply

Related Posts