Berprestasi dan Menuntut Ilmu di Jepang

Berprestasi dan Menuntut Ilmu di Jepang

Sejak kedua anak kami menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikannya di Tokyo, Jepang menjadi negara wajib kunjung setiap tahunnya dan Bulan Agustus lalu kami berkesempatan untuk berkunjung lagi ke sana. Udara di Bulan Agustus memang kurang bersahabat, dan tingkat kelembabannya cukup tinggi. Tapi untuk dapat bersama anak- anak dimasa liburan mereka adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan untuk mengunjungi anak-anak kami sambil berwisata.

Banyak teman-teman atau saudara-saudara yang bertanya kenapa memilih Jepang sebagai tempat menuntut ilmu? Mungkin bagi sebagian orang, Amerika atau UK adalah negara terbaik untuk melanjutkan pendidikan.

Jepang, selain negara di Asia Timur yang memiliki berbagai keindahan ini dinamakan juga negeri Sakura, dimana pada Bulan Maret dan April bermekaran bunga-bunga sakura yang cantik menawan, memperindah negara ini. Jepang juga dinamakan  negeri matahari terbit.

Berwisata ke Jepang tidak ada bosannya. Salah satu tempat wisata yang Masya Allah sungguh indah dan dapat menimba sejarah adalah Nenba yang terletak di ujung barat laut Lake Saiko-Kawaguchiko. Rumah- rumah kayu yang beratap jerami “Kabuto-zukuri”, merupakan desa Samurai yang pernah hancur oleh angin thypoon tahun 1966, kemudian dibangun kembali tahun 2006 dan dinamakan Desa Saiko Iyasho-Sato Nenba. Juga Enoshima, dimana Subhanallah pemandangannya saat matahari terbenam sungguh memukau. Allah Maha besar dengan segala ciptaanNYA.

Nenba-Saiko lake

Nenba-Saiko lake

Selain itu Jepang adalah negara yang begitu pesat perkembangan teknologinya saat ini, dengan tetap mempertahankan kebudayaannya. Dengan sebuah kedisiplinan yang telah dipupuk sejak kecil, membuat masyarakat Jepang mampu secara pesat untuk berkembang dan kuat dalam teknologi serta ekonomi. Jepang adalah negara yang sangat beragam dengan sistem pendidikan dan menjadi saingan negara-negara Barat dalam hal kualitas dan output penelitian.

Begitu banyak dan beragam siswa internasional yang belajar di Jepang setiap tahun. Universitas Jepang menawarkan standar yang sangat baik di bidang akademik dan sumber daya teknologi dan fasilitas untuk mahasiswa.

Kalau kita perhatikan kualitas sumber daya manusia Jepang ini berasal, tentu kita akan sampai pada satu hal penting, yaitu sistem pendidikan Jepang yang memang merupakan salah satu yang terbaik di Asia bahkan di Dunia. Beberapa Universitas-nya menduduki peringkat top 100 World Universities. Bidang ilmu paling cemerlang yang ditawarkan universitas di Jepang tentunya yang berkaitan dengan Engineering. Faktor-faktor tadi tentunya membuat Jepang selalu masuk ke dalam daftar tujuan calon mahasiswa dari luar Jepang untuk belajar kesana baik itu Sarjana maupun Pascasarjana.

Tokyo university of technology

Tokyo university of technology

Oleh sebab itu begitu banyak siswa internasional yang melanjutkan pendidikannya ke Jepang termasuk anak-anak kami dan juga Adi Nurwan. Adi, pemuda Indonesia asal Palembang yang sudah cukup lama tinggal di Tokyo. Dalam perjalanan ke Enoshima yang terletak di Teluk Fujisawa perfektur Kanagawa untuk menikmati sunset dan makanan segar dari laut, Adi berbagi kisah tentang perjalanan menuntut ilmu di negeri sakura dimana memilih belajar di luar negeri bukanlah hal yang sederhana untuk dijalani. Tentu saja berbagai tantangan muncul seiring perjalanan mencari ilmu.

Pertama kali saya berjumpa dengannya, saya mengira dia asli Jepang. Perawakan dan wajahnya mirip dengan orang Jepang. Sejak lulus SMA 3 di Cimahi tahun 2007, ia berangkat ke Tokyo pada 1 April 2008 dengan tujuan melanjutkan kuliah. Alasannya memilih Jepang atau Tokyo khususnya karena untuk Adi ini adalah tantangan kehidupan dalam menuntut ilmu dan ada kakaknya yang sudah terlebih dahulu berada di Tokyo, walau akhirnya ia hanya 4 bulan bersama sang kakak karena kakak Adi harus kembali ke Indonesia.

20160926_134451

Adi Nurwan, mahasiswa Indonesia di Jepang

Seperti halnya siswa- siswa lainnya, culture shock tidak bisa dihindari diawal waktu berada di Jepang, walaupun kebudayaan Jepang tidak jauh berbeda dengan budaya Indonesia. Kendala utama adalah bahasa, Bahasa Jepang adalah bahasa utama yang selalu dipakai sehari-hari, selain itu awalnya masih sulit untuk mencari makanan halal karena belum tahu dimana tempat yang menjual makanan halal. Namun ternyata sekarang makanan halal banyak tersedia di berbagai rumah makan dan toko makanan halal seperti di Shin o kubo atau Ueno dan lain-lain, bahkan toko Indonesia pun sudah banyak.

Toko indonesia di Ueno

Toko Indonesia di Ueno

Kendala lainnya adalah Biaya kehidupan sehari-hari yang kadang tidak mencukupi, untuk itu harus sedapat mungkin mengatur keuangan dengan baik. Mendapat beasiswa adalah jalan terbaik untuk kenyamanan sekolah di luar negeri, biasanya mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa melalui sekolah yang mempunyai kerjama dengan perusahan-perusahaan yang dapat memberikan beasiswa atau melalui JASSO atau dari pemerintah Jepang sendiri yang dinamakan “monbusho.” Dan tidak aneh kalau ada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, seperti di restoran untuk menambah uang saku.

Sebagai seorang Muslim, ada baiknya untuk bergabung dengan komunitas Muslim  di masjid-masjid atau di perkumpulan Muslim seperti Islamic center, sebagai salah satu upaya memperkuat iman. Kini Adi telah menyelesaikan S1/D4 nya di bidang Air Trade dan komunikasi Bahasa Jepang di Tokyo International College Dual Business dan S2 di Kokushikan University di bidang International Relationship.

Kokushikan University

Kokushikan University

Ketika ditanya apakah akan berkerja di Jepang atau kembali ke Indonesia, jawabannya sangat mengesankan dimana kondisi ekonomi global menuntut kita memiliki daya saing dan hasil nyata yang akurat, sehingga dimanapun kita, sebagai duta bangsa kita bisa membangun bangsa. Satu orang tak bisa membangun bangsa tapi dengan satu paham dimanapun kita berada kita bisa membangun bangsa! Berprestasi dan membawa nama baik bangsa di luar negeri adalah menjadi duta bangsa.

Tuntutlah ilmu yang bermanfaat dan berprestasilah, sehingga kita dapat menjadi duta bangsa, membawa nama baik keluarga, bangsa, dan selalu dalam Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin Yaa Rabb

Qathrun Nada Djamil

Setelah menyelesaikan S1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Qathrun Nada Djamil menetap di Jeddah-Saudi Arabia bersama suami, 3 orang putra dan seorang putrinya. Kemudian menyelesaikan diploma Business English di Business Training Limited –England. Membaca adalah hobbynya dan mulai menulis secara otodidak di note Face Book kemudian bergabung dengan aMuslima.com pada tahun 2011. Awal tahun 2015 Qathrun Nada Djamil menjadi salah satu editor buku Apa judul buku ini karya Tupon Dj.

Related Posts