Makanan Super Saat Flu

Makanan Super Saat Flu

Penyakit flu biasanya menjadi momok utama ketika memasuki musim hujan seperti sekarang. Perubahan cuaca membuat daya tahan tubuh melemah sehingga akan mudah terserang virus influenza.

Jika Anda mulai merasakan gejala flu atau bahkan sudah terkena flu, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi agar kondisi Anda segera membaik. Dilansir dari sejumlah sumber, berikut sejumlah makanan super saat flu.

1. Jahe

Sejak zaman kuno jahe digunakan sebagai tanaman obat dalam tradisi herbal di Asia dan Arab. Jahe memiliki kandungan anti-inflamasi yang digunakan generasi ke generasi untuk meredakan demam, gejala flu, pusing dan rasa sakit saat menstruasi.

Rasa hangat pada jahe membantu orang yang mengonsumsinya berkeringat dan melepaskan patogen serta memperkuat kekebalan tubuh yang melemah. Jahe bisa dikonsumsi sebagai minuman. Jahe bisa diseduh dengan teh atau kayu manis.

2. Ikan

Ikan berminyak seperti salmon, tuna dan makarel kaya asam lemak omega-3, komponen yang membantu mengurangi kerusakan akibat inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis mencegah sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik sehingga membuat Anda rentan terserang pilek dan flu serta penyakit yang lebih serius.

3. Bawang Putih

Bawang putih

Bawang putih mengandung beberapa senyawa bermanfaat seperti allicin, senyawa sulfat yang menghasilkan antioksidan potensial ketika terurai. Sebuah studi dalam jurnal Advances in Theraphy pada 2001 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih selama 12 pekan antara November hingga Februari lebih sedikit terkena pilek dan flu ketimbang mereka yang mengonsumsi plasebo (zat yang menyerupai obat tapi netral dan tidak memiliki efek samping apapun). Dan orang-orang sakit yang mengonsumsi suplemen bawang putih merasa lebih cepat pulih.

Cara mengonsumsi bawang putih bisa dengan langsung dikunyah. Tapi jika Anda tidak suka dengan rasanya yang sangat kuat, bawang putih bisa dikonsumsi berupa ekstrak kapsul atau konsumsi makanan yang menggunakan bawang putih sebagai bumbunya.

4. Sup Ayam

Sup ayam

Pernahkah orang tua atau saudara menyarankan Anda makan sup ketika Anda terserang flu? Nah, ternyata saran tersebut pantas Anda coba. Mengonsumsi sup ayam dengan kuahnya yang banyak akan membuat Anda terhidrasi dan uap panas dari kuah sup bisa melegakan hidung Anda. Sejunlah ilmuwan meyakini sup ayam mampu membantu penyembuhan flu. Sup ayam dengan kuahnya yang panas membantu kinerja bulu-bulu tipis di dalam hidung untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus.

5. Yogurt dan Kefir

Tidak semua bakteri itu buruk. Ada beberapa dari mikroorganisme tersebut bagus untuk kesehatan seperti bakteri dalam yogurt dan kefir. Mengonsumsi makanan-makanan probiotik seperti yogurt dan kefir bagus untuk kesehatan pencernaan dan membantu mencegah masalah pada perut. Dan ternyata manfaat makanan probiotik lebih dari itu. Dalam sebuah penelitian pada 2011 menemukan bahwa mengonsumsi probiotik (dalam bentuk makanan atau pun suplemen) bisa memperkecil resiko infeksi saluran pernafasan atas.

6. Teh

Teh

Mungkin semua orang tahu menyeruput teh panas bisa membantu melegakan tenggorokan. Namun manfaatnya lebih dari itu. Semua teh (hitam, hijau atau putih) mengandung antioksidan yang disebut catechins yang mampu melawan flu. Dalam sebuah studi di Jepang pada 2011 memperlihatkan orang-orang yang mengonsumsi kapsul catechin selama lima bulan diketahui 75% lebih rendah terkena flu ketimbang orang yang memakai plasebo. Penelitian lainnya menyebutkan catechins menaikkan kekebalan tubuh secara menyeluruh, meningkatkan metabolisme dan melindungi dari kanker dan penyakit jantung.

7. Buah-Buahan Sitrus

Dari studi terkini memperlihatkan manfaat Vitamin C dalam mencegah flu tidak seperti yang diperkirakan. Namun, sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa tambahan asupan Vitamin C di awal gejala flu bisa mengurangi durasi serangan flu sehari lebih awal. Buah-buahan sitrus kaya Vitamin C seperti jeruk, anggur dan lemon.

Aeranie Nur Hafnie

Dunia jurnalistik pernah ditekuni perempuan yang akrab disapa Ranie selama 10 tahun. Alumnus Ilmi Komunikasi FISIP UNS ini pernah menjadi jurnalis surat kabar di Solo dari tahun 2004 hingga 2015. Dia suka travelling dan selalu terpesona dengan keindahan pantai, alam bawah laut dan senja.

Related Posts